Petang ini, Tiga Korban Sandra Abu Sayaaf asal Flotim Tiba Kupang

0
233
Foto: Kabag Humas Setda Flotim, Rin Riberu

KUPANG. NTTsatu.com – Hari ini, Senin, 26 September 2016 petang, tiga korban Sandra kelompok Abu Sayaaf di Philipina sudah tiba di Kupang. Besok pagi, Selasa (27/9) mereka bertemu Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dan sorenya menuju Larantuka, Kaupaten Flores Timur.

“Informasi terbaru, mereka akan tiba petang ini di Kupang. Besok mereka akan bertemu Gubernur sebelum diterbangkan dengan pesawat Wing Air menuju Larantuka,” kata Kabag Humas Setda Flotim, Rin Riberu yang menghuungi NTTsatu.com dari Larantuka ke Kupang, Senin, 26 September 2016.

Rin menjelaskan, sebelumnya Pemda Flotim mendapatkan informasi kalau tiga warga Flotim yang disandra dan tiba di Jakarta, Sabtu, 24 September 2016 akan diterbangkan ke Larantuka pada hari Rabu,

 “Memang menurut informasi yang kami peroleh, pemerintah pusat baru akan memulangkan mereka ke Larantuka pada hari Rabu lusa, namun informasi terbaru mereka akan tiba di Larantuka besok,” katanya mengklarifikasi.

Diberitakan sebelumnya, Empat orang warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban sandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina telah tiba di Tanah Air mendarat dengan pesawat Singapore Airlines SQ968 sekitar pukul 22.20 WIB di Terminal 2D, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (24/09/2016).

Keempat orang tersebut dijemput oleh perwakilan dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yakni Krisna Djaelani. Keempat orang itu, tiga dianataranya berasal dari Flores Timur dan satunya dari Bulukumba Sulawesi Selatan.

“Jadi ada empat orang yang telah dibebaskan dengan selamat dan sehat tanpa ada sakit dan kurang apa pun. Empat orang tersebut masing-masing adalah, tiga orang dari Flores satu dari Sulawesi Selatan,” ujar seorang staf humas dari Kemenlu, Sabtu (24/9).

Selanjutnya, kata dia, ke empat sandera tersebut dibawa menuju kantor Kemenlu di  Jakarta. “Setelah itu baru kita pulangkan gratis dengan pesawat reguler ke keluarga masing-masing,” terangnya.

Keempat orang yang telah diselamatkan itu masing-masing berdasarkan keterangan paspor adalah: Theodorus Kopong kelahiran 1970, Lorens Koten kelahiran 1982 dan Emanuel Arakian 1970 ketiganya berasal dari Flores Timur dan seorang lainnya, Herman Bin Manggak kelahiran tahun 986 asal Bulukumba Sulawesi Selatan  (*/bp)

Komentar ANDA?