Petani Adalah Profesi yang Harus Dihormati

0
877

NTTsatu.com — KALABAHI — Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan, tiada satu manusia pun di kolong langit yang tidak butuh makan. Karena itu petani merupakan profesi yang sentral di mana sangat menentukan kehidupan manusia. Kegiatan yang kita laksanakan hari ini merupakan kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar manusia ini.

Hal ini dikatakan Gubernur VBL saat melakukan Kunjungan Kerja dan Kegiatan Penanaman Padi secara Simbolis di Desa Tuleng, Alor, Jumat (31/7).

Lebih lanjut, Gubernur VBL mengatakan, bicara tentang pertanian artinya bicara tentang tanah, air, benih, pupuk serta sumber daya manusia yang bekerja.

“Kita mesti siapkan semua ini dengan baik. Saya minta para para pimpinan perangkat daerah baik lingkup provinsi maupun kabupaten yang hadir saat ini untuk mencatat apa yang dikeluhkan dan dibutubkan masyarakat,” pinta VBL dalam kesempatan tersebut.

Bapak Presiden dalam arahnnya telah menginstruksikan kepada seluruh Gubernur dan seluruh bupati agar dapat menyiapkan lahan untuk kepentingan pangan dengan memanfaatkam lahan yang telah tersedia maupun dengan membuka lahan baru.

Politisi Nasdem itu mengatakan, ketersediaan pangan sangat penting terutama saat pandemi seperti sekarang.

“Kita ketahui bersama bahwa saat ini dunia mengalami Wabah Covid 19. Bilamana kondisi ini berlanjut maka akan berkolerasi dengan krisis pangan. Kalau terjadi kelaparan di dunia, maka diharapkan rakyat Nusa Tenggara Timur dapat bertahan hidup dengan mengoptimalkan lahannya,” jelas pria asal Semau tersebut.

Gubernur mendorong agar proses penanaman padi dapat dilakukan tiga kali dalam setahun.

“Karena kalau cuma sekali atau dua kali, maka kita harus bisa lakukan rekayasa. Setelah proses menanam padi maka berikutnya kita menanam jagung guna memenuhi kebutuhan pangan kita juga,” beber VBL.

VBL meminta instansi teknis untuk mendukung proses pengolahan sawah masyarakat dengan alat-alat pertanian dan pendampingan yang intensif.

“Karena secara substansial, Pemerintah mesti menyiapkan dana dan harus melayani rakyatnya untuk memastikan kecukupan pangan. Kita mesti meningkatkan kualitas produksi kita, dimana kita akan mencoba untuk melakukan penanaman jenis padi hibrida. Dengan kualitas hasil produksi lebih tinggi tentunya dapat meningkatkan ekonomi petani kita,” jelas VBL.

Sementara itu,Bupati Alor, Amon Djobo menegaskan, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Alor siap mendukung tekad pemerintah pemerintah Provinsi dalam bidang ketahanan pangan.

“Kami siap bersama dengan masyarakat untuk memastikan ketersediaan pangan di daerah ini. Tentunya kami tetap fokus pada sektor pertanian karena kami bukanlah orang upahan di tanah ini melainkan kami pemilik sah dari daerah ini,” jelas Bupati Amon Djobo.

Tampak hadir pada pada acara tersebut Staf Khusus Gubernur, Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTT, Forkompinda Kabupaten Alor, pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Alor, masyarakat Desa Tuleng dan undangan lainnya. (hms ntt)

Komentar ANDA?