Petugas BPS Sikka Melakukan Pengecekan Harga untuk  Menghitung Inflasi Kota Maumere

0
165

NTTSATU.COM — MAUMERE — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sikka mencatat indeks harga konsumen di Kota Maumere pada Juni 2024 mengalami inflasi sebesar 2,19 dengan atau kenaikan Indek Harga Konsumen (IHK) dari 106,13 pada bulan juni 2024 persen. Ini merupakan inflasi tertinggi jika dibandingkan dengan 5 kota di NTT.

Demikian disampaikan Kepala BPS Sikka Kristanto kepada media oneline Nttsatu.com,  Rabu, 30 Juni 2024 di ruangan kerjanya. Lebih lanjut Kristanto menjelaskan, faktor apa yang menyebabkan terjadinya inflasi pada bulan bulan Juni 2024 Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 7 dari 11 indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,45 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,86 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,54 persen; kelompok transportasi sebesar 3,70 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,15 persen; kelompok penyediaan makanan.

Menjawabai pertanyaan media oneline NTTsatu.com tentang komoditi mana yang dominan dalam memberikan kontribusi terjadinya inflasi, Kristanto menjelaskan bahwa
Inflasi ini ada bulanan dan tahuanan untuk bulan Juni 2024,  sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m, antara lain: ikan selar/ ikan tude, daging ayam ras, ikan layang/ ikan benggol, angkutan udara, ikan kembung/ ikan gembung/ ikan banyar/ ikan gembolo/ ikan aso-aso, talas/ keladi, daun kemangi, kacang panjang, upah asisten rumah tangga, ikan merah, cumi – cumi, daun singkong, ikan julung segar/ ikan nibe, mie kering instant, dan ikan tongkol/ ikan ambu – ambu.

Sementara inflasi tahunan dimana pada bulan juni 2024 dibandingkan dengan bulan juni 2023 maka Komoditas yang komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Juni 2024, antara lain: beras, tomat, Sigaret Kretek Mesin (SKM), angkutan udara, nasi dengan lauk, sawi hijau, bawang putih, gula pasir, ketela pohon, labu siam/ jipang, bawang merah, ikan merah, biskuit, upah tukang bukan mandor, susu bubuk, upah asisten rumah tangga, talas/ keladi, cabai rawit, wortel, kol putih/ kubis, ikan tembang, tauge/ kecambah, ayam hidup, bensin, kacang panjang, Sigaret Putih Mesin (SPM), dan bayam.

Sementara itu lanjut Kristanto jika dilihat dari kelompok pengeluaran maka kelompok pengeluaran yang memberikan andil/ sumbangan inflasi y-on-y, pada juni 2024 terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,43 persen; kelompok transportasi sebesar 0,34 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran sebesar 0,26 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,07 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,04 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: ikan layang/ ikan benggol, ikan selar/ ikan tude, ikan tuna, telur ayam ras, ikan tongkol/ ikan ambu-ambu, daging ayam ras, tahu mentah, bahan bakar rumah tangga, masker, minyak goreng, wafer, sandal karet pria, ikan julung segar/ ikan niber, dan kemangi.

Menurut Kristanto tidak semua komoditas yang mengalami inflasi ada juga komoditas yang memberikan sumbangan deflasi di bulan Juni 2024, komoditas itu adalah yang dominan antara lain: sawi hijau, bawang merah, tomat, ikan tuna, beras, kangkung, bawang putih, telur ayam ras, jeruk nipis/ limau, beras jagung, sawi putih/pecay/ pitsai, buncis, dan tahu mentah, sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, atau tahunan antara lain: ikan layang/ ikan benggol, ikan selar/ ikan tude, ikan tuna, telur ayam ras, ikan tongkol/ ikan ambu-ambu, daging ayam ras, tahu mentah, bahan bakar rumah tangga, masker, minyak goreng, wafer, sandal karet pria, ikan julung segar/ ikan niber, dan kemangi. (ino)

========

Foto: Petugas BPS Sikka sementara melakukan pengecekan harga untuk menghitung inflasi kota Maumere

Komentar ANDA?