PKK dan Posyandu diminta Kolaborasi dengan BKKBN

0
201
Foto: Gubernur NTT, Frans Lebu Raya foto bersama PKK usai membuka Jambore Kader Posyandu dan Kader PKK tingkat provinsi NTT tahun 2017, di halaman Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Senin (11/9).

NTTsatu.com – KUPANG – Segenap kader PKK dan kader Posyandu diminta untuk melakukan kerjasama mengatasi masalah kependudukan di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Saya berharap segenap kader PKK dan Posyandu serta BKKBN NTT untuk dapat berkolaborasi mengatasi derajad kesehatan masyarakat di NTT,” kata Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, ketika membuka Jambore Kader Posyandu dan Kader PKK tingkat provinsi NTT tahun 2017, di halaman Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Senin (11/9).

Dikatakannya, kerjasama antara Posyandu, PKK  dan BKKBN sangat penting untuk menekan angka kematian bayi dan ibu melahirkan. Termasuk dalam upaya perbaikan gizi anak-anak agar dapat tumbuh sehat.

“Saya minta perhatian pada gizi anak. Makanan yang diberikan kepada anak tidak harus nasi, tapi berbagai jenis pangan dapat diolah dengan baik menjadi makanan bergizi,” katanya.

Menurut Gubernur, pertumbuhan anak harus dijaga dengan baik. Sebab, anak yang juga generasi penerus bangsa memerlukan perhatian serius dari orang tua terutama dari aspek kesehatan.

“Anak kita perlu diberikan perhatian berkaitan dengan pertumbuhan dan kesehatan. Karena mereka generasi penerus bangsa yang akan menghadapi tantangan yang lebih sulit dari kita saat ini,” tutur Lebu Raya.

Foto: Kaum ibu PKK sedang memperagakan tarian daerah dalam Jambore Kader Posyandu dan Kader PKK tingkat provinsi NTT tahun 2017

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK NTT, Lusia Adinda Lebu Raya, mengatakan kegiatan Jambore Kader Posyandu dan PKK adalah suatu bentuk pembinaan sekaligus motivasi dan penghargaan bagi para kader Posyandu dan kader PKK berprestasi di 22 kabupaten/kota untuk dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa menuntut imbalan atau upah dari pemerintah. Sehingga kegiatan jambore ini bukan semata kegiatan tahunan tapi dapat menjadi ajang bagi para kader untuk sharing antar sesama kader.

“Mengingat program Millenium Development Goals (MDGs) telah berakhir di tahun 2015 dan dilanjutkan dengan program Sustainable Development Goals (SDGs) maka kegiatan jambore ini dirancang agar para kader Posyandu dan kader PKK dapat mengikuti berbagai kegiatan termasuk panel diskusi yang dapat meningkatkan kapasitasnya,” kata Lusia Adinda Lebu Raya.

Dengan turut dihadiri Wakil Gubernur NTT, Benny A. Litelnoni, Wakil Ketua TP PKK NTT, Fransisca  Litelnoni bersama unsur Forkopimda NTT dan Pimpinan OPD tingkat provinsi NTT, pembukaan Jambore kader Poyandu dan kader PKK, diawali dengan defile para kader dari 22 kabupaten/kota se NTT.

Sedangkan kegiatan yang diperlombakan sejak 10 September hingga 13 September 2017, meliputi lonba pidato antar ketua dan sekretaris TP PKK, lomba penyuluhan diikuti para kader, lomba ketrampilan pengisian kartu pemantauan bayi dan lonba penyuluhan kepada orang tua bayi.

Dilengkapi juga dengan penyerahan bantuan secara simbolus KIT permainan ular tangga untuk perilaku hidup bersih dan sehat serta permainan Aku Bangga Aku Tahu tentang HIV.(hms setda ntt)

Komentar ANDA?