PLN NTT Bantu Biara PRR Stella Maris Kupang

0
686

KUPANG. NTTsatu – Melalui program peduli masyarakat, PT PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) membantu Biara Susteran Putri Renya Rosari (PRR) Stela Maris Naikoten II kupang. Para suster menyambut gembiara bantuan tersebut.

Manajer SDM PLN Wilayah NTT, Lucas Chriswantara ketika menyerahkan bantuan itu menjelaskan, bantuan yang diberikan merupakan bagian dari kepedulian PLN kepada masyarakat. Bantuan ini merupakan pelaksanaan program Bina Lingkungan PLN Wilayah NTT, dimana selain mengurus bisnis utama, PLN juga memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan.

‘Kami sama dengan para suster bertanggung jawab melayani masyarakat, khususnya melayani kebutuhan listrik, dengan segala pengalaman suka-dukanya. Biasanya, kami hanya diingat masyarakat saat listrik mati saja, apalagi listrik mati saat ada yang sedang menonton sinetron,” ungkap Lucas.

Suster Sylvia, selaku Pemimpin Komunitas Susteran PRR Stella Maris Kelurahan Naikoten II, menyampaikan terima kasih kepada PLN Wilayah NTT yang telah banyak membantu memperbaiki sarana Susteran, sehingga kegiatan di Susteran menjadi lebih baik.

“Kami mengaku bahwa selama ini kami juga bagian dari masyarakat yang ikut mengeluh hingga mengeluarkan kata-kata yang kurang baik, saat listrik tiba-tiba mati. Setelah kami mengerti tugas dan kerja PLN, kami sadar bahwa kami kurang mensyukuri atas terang listrik yang kami nikmati selama ini. Kami hanya ingat PLN saat listrik mati saja, ternyata PLN juga mempunyai program yang peduli masyarakat.” Kata Suster M. Sylvia, PRR, ketika menerima bantuan dari PT PLN Wilayah NTT di biara tersebut, beberapa waktu lalu.

Bantuan yang diserahkan akan dimanfaatkan membangun fasilitas sarana ruang makan sekaligus ruang belajar, serta merehabilitasi atap rumah tinggal Susteran Stella Maris.

PRR adalah Komunitas Kongregasi Puteri Reinha Rosari atau biasa disingkat PRR berpusat di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT, dan kini sudah menyebar di banyak Keuskupan di Indonesia, serta di Belgia, Italia, Kenya, dan Timor Leste.

Komunitas PRR memiliki banyak kegiatan di bidang spiritual keagamaan, pastoral pembinaan iman dan bidang sosial kemasyarakatan. Di antaranya, mengasuh anak- anak cacat, baik mental maupun fisik dan anak-anak yatim serta ditinggal pergi orang tua, serta mengurus aspek pendidikan. Kegiatan-kegiatan tersebut dipusatkan dengan mengelola sekolah, panti asuhan, asrama, dan klinik, dan memberikan kursus. (humas PLN NTT)

Komentar ANDA?