PNS yang Terlibat Human Trafficking Harus Dipecat

0
148
Foto: Gubernur NTT, Frans Lebu Raya

KUPANG, NTTsatu.com – Gubernur NTT, Frans Lebu Raya menegaskan, jika ada oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terlibat dalam masalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) illegal yang sekarang ngetop dengan sebutan human trafficking, dia akan segera mengusulkan agar segera dipecat dari PNS.

“Kalau ada oknum-oknum internal dalam arti PNS yang membantu TKI keluar dari Indonesia secara ilegal, harus ditindak secara tegas. Bila perlu pecat dia, saya tidak mau masyarakat saya susah di luar nanti,” tegas Gubernur di Kupang, Jum’at (4/11) kemarin.

Lebu Raya mengakui masih banyaknhya warga NTT yang merantau ke luar negeri secara illegal juga karena masih minimnya pendidikan. Mereka mudah tergiur dengan kehadiran oknum-oknum yang menjajikan akan enaknya bekerja di luar negeri.

“Memang kita tidak bisa melarang warga NTT untuk mencari pekerjaan di luar negeri tetapi harus jelas, apakah sampai di sana dia benar-benar mendapatkan pekerjaan atau tidak?  Saya tidak mau warga saya susah di luar nanti,”  tegasnya.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi NTT terus membangun komunikasi dengan TNI dan Polri agar bisa menegakkan kembali berbagai ketentuan ketenagakejaan. Serius menangani maraknya problem human traficking, mengambil tindakan tegas bagi pelaku, menimbulkan efek jera kepada para oknum yang mencoba untuk melakukan pelanggaran, terutama terkait perekrutan TKI ilegal.

Penegasan Gubernur itu sinkron dengan penegasan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto yang menyatakan hal itu ketika menemui para calon TKI di tempat pelatihan milik pemerintah provinsi di Kupang, Rabu, 02 November  2016 lalu.

Novanto saat itu menyatakan, pelaku perdagangan manusia di Nusa Tenggara Timur (NTT).  harus dihukum berat. Para pelaku human trafficking tidak pantas dimaafkan karena perbuatannya itu sangat bertentangan dengan kemanusiaan.

“Masa sih orang harus diperjualbelikan. Karena itu saya minta, para pelaku human trafficking harus dihukum berat sehingga mereka bisa mendapat efek jera,” kata Novanto. (bp)

Komentar ANDA?