Polemik Pembangunan Jembatan Pancasila Segera Berakhir

0
205
Foto: Gubernur NTT ketika menegaskan bahwa polemik pembangunan jembatan Pancasila Palmerah akan segera berakhir

NTTsatu.com – KUPANG – Polemik panjang terkait rencana awal pelaksanaan pembangunan jembatan Pancasila-Palmerah sepanjang 800 meter yang menghubungkan Larantuka dan Adonara, di Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  akan segera berakhir.

Tidal Bridge investor dari Belanda dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) segera menandatangani Memorandum of Understanding (MoU), di Jakarta yang direncanakan tanggal 20 Oktober 2017.

Penegasan itu disampaikan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, ketika membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa tingkat Provinsi NTT, di Sylvia premeira Hotek, Kupang, Selasa (17/10) pagi.

Melalui sambutan pembukaan rakor pembangunan desa itu, Gubernur Frans Lebu Raya, menyentil soal rencana pembangunan jembatan Pancasila-Palmerah, di selat yang disebut dengan Selat Gonsalu itu. Tahap pelaksanaan *feasibility study* dan *detail engeneering desaign*/desain teknik secara detail (DED) sedang dalam proses dan direncanakan berakhir pada Oktober tahun ini.

“Polemik panjang terkait rencana pembangunan jembatan Pancasila-Palmerah segera berakhir. Nanti tanggal 20 Oktober 2017, dilakukan penandatanganan MoU antara pihak Tidal Bridge dengan pihak PLN, di Jakarta,” tandas Gubernur Lebu Raya.

Penandatangan nota kesepahaman antara Tidal Bridge Investor asal Belanda dengan pihak PLN berkaitan dengan patokan harga tarif listrik (TL) yang dihasilkan dari turbin listrik arus laut di jembatan Pancasila-Palmerah dengan kapasitas 300 Megawatt.

“PLN akan membeli dari Investor Tidal Brigde.  Kemungkinan MoU itu juga tercantum soal kesepakatan jual beli tarif listrik. Dan, mudah-mudahan disetujui TL yang nantinya dibeli PLN dari Investor Tidal Brigde seharga 7,2 sen dollar AS per Kilo Watt Hour (KWH),” jelas Lebu Raya.

Gubernur mengakui, telah  melakukan koordinasi dengan Bapak Presiden Joko Widodo, untuk pelaksanaan ground breaking jembatan Pancasila-Palmerah pada bulan Desember mendatang,
Sekaligus dengan peresmian bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang yang saat ini pembangunan phisiknya telah mencapai 90 persen.

Rencana pembangunan jembatan Pancasila-Palmerah di Larantuka, akan dilaksanakan melalaui nota kesepahaman *Signing Ceremony Business to Business* (B to B). Proyek ini akan dilaksanakan menggunakan dana investasi asing sebagai bentuk kerjasama antara Indonesia dan Belanda.(hms/bp)

Komentar ANDA?