Polisi Lumpuhkan Komplotan Perampok Bersenjata di BRI Maumere

0
411
Foto: Komplotan perampokan bersenjata sedang merampok di Kantor BRI Cabang Maumere, Kamis (19/10) petang

NTTsatu.com – MAUMERE – Aparat kepolisian dari Polres Sikka bergerak cepat menumpas kejahatan perampokan yang terjadi di Maumere. Pada Kamis (19/10) sore tadi, kepolisian berhasil melumpuhkan komplotan perampokan bersenjata di Kantor BRI Maumere di Jalan Ahmad Yani. Sebanyak 10 orang perampok tewas di tempat, dan satu orang dilarikan ke RSUD TC Hillers Maumere. Dari pihak kepolisian tidak ada yang jatuh korban.

Komplotan perampok bersenjata ini berjumlah 11 orang. Mereka tiba di Kantor BRI Maumere sekitar pukul 15.00 Wita dengan menggunakan sebuah mobil Innova berwarna hitam. Situasi dari Kantor BRI yang berlantai dua itu tampak lengang. Hanya ada beberapa nasabah di lantai dasar, sedang menunggu pelayanan transaksi.

Ternyata komplotan ini terbagi dalam tiga kelompok. Sebanyak enam orang langsung menuju lantai dua, sementara tiga orang berada di lantai dasar, dan dua orang lagi berada di halaman Kantor BRI.

Menurut Kasat Reskrim Polres Sikka Andris Setiawan yang dihubungi di Kantor BRI, semua perampok menggunakan senjata laras pendek, kecuali seorang perampok yang menggunakan senjata laras panjang.

Para perampok yang bertugas di lantai dua berhasil melumpuhkan semua karyawan yang berada di lantai dua, termasuk Piminan Cabang BRI Maumere Ainul Wardi. Kondisi ini tidak disadari karyawan di lantai dasar yang sedang melayani nasabah.

Dua orang perampok yang sebelumnya berada di halaman Kantor BRI tiba-tiba masuk dan langsung meletuskan senjata. Keduanya berhasil menyandera seorang Satpam BRI Maumere dan seorang nasabah yang kebetulan saat itu bersamaan masuk ke ruangan untuk menarik uang.

Suasana di lantai dasar pun berubah panik. Tiga perampok yang awalnya berpura-pura hendak melakukan transaksi ikut meletuskan senjata. Mereka menodongkan senjata kepada semua karyawan, dan meminta para karyawan BRI Maumere mengikuti perintah mereka. Para karyawan disuruh menunduk dan berkelompok pada salah satu sudut ruangan.

Setelah menguasai lantai satu dan lantai dua, para perampok lalu memaksa teller untuk mengelurkan semua uang. Dalam keadaan takut, tiga orang teller pun langsung memasukkan uang ke dalam tas yang sudah disiapkan perampok. Tidak puas dengan itu, para perampok pun memaksa pemegang brankas BRI Cabang Maumere untuk menunjukkan posisi brankas.

Seorang satpam yang lolos dari perhatian para perampok segera menginfomasikan peristiwa ini kepada pihak kepolisian. Letak Kantor Polres Sikka, langsung berseberangan dengan Kantor BRI Maumere. Dalam sekejap aparat kepolisian pun mengepung kantor itu.

Dari halaman Kantor BRI Maumere, pihak polisi dengan menggunakan pengeras suara langsung melakukan negosiasi meminta para perampok menyerahkan diri. Namun para perampok mengingatkan aparat kepolisian agar tidak mengeluarkan tembakan. Bahkan mereka mengancam akan menembak satu per satu karyawan BRI Maumere, jika polisi berani melakukan perlawanan. Bunyi letupan senjata pun terjadi berulang-ulang kali di ruang lantai dasar.

Namun dalam sekejap saja, sejumlah polisi bersenjata berhasil menumpas  perampok yang berada di lantai dua. Mereka terus merangsek turun ke lantai satu dan langsung melumpuhkan perampok yang berada di situ. Setelah menguasai Kantor BRI Maumere, pimpinan cabang dan karyawan kantor itu segera dievakuasi keluar.

Simulasi perampokan bersenjata di Kantor BRI Maumere ini sempat membuat heboh warga yang melintasi Jalan Ahmad Yani. Warga yang tidak tahu jika sedang dilakukan simulasi menduga terjadi perampokan benaran pada kantor tersebut.

Pimpinan Cabang BRI Maumere Ainul Wardi mengatakan simulasi ini merupakan murni permintaan BRI Maumere. Manajemen BRI Maumere merasa penting untuk dilakukan simulasi untuk meningkatkan kewaspadaan agar semua karyawan tahu langkah-langkah yang harus dilakukan jika bank itu mengalami peristiwa perampokan bersenjata.

Simulasi sengaja dilakukan pada pukul 15.00 Wita, karena pada jam seperti itu dianggap rawan terjadinya kejahatan perampokan. Pada jam itu merupakan jam tutup kas, yang mana oleh perampok dianggap bahwa saat itu akumulasi uang cukup tinggi sebelum dimasukkan ke brankas. (vic)

Komentar ANDA?