Polisi Sita Barang Bukti Dari Auditor Gadungan BPKP NTT

0
197
Foto: Kapolsek Nita, Sungkono saat diwawancarai wartawan, terkait kasus penipuan oleh Plasidius Irene Timba (PIT) yang mengaku sebagai Auditor BPKP NTT

NTTsatu.com – MAUMERE– Bersamaan dengan pemeriksaan terhadap tersangka penipuan Plasidius Irene Timba (PIT), pihak kepolisian telah menyita semua barang bukti dari auditor gadungan BPKP NTT tersebut. Barang-barang bukti tersebut kini diamankan di Mapolsek Nita di Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka.

Kapolsek Nita Sungkono yang dihubungi, Senin (11/9), menyebutkan secara terperinci barang-barang bukti yang sudah disita. Di antaranya 1 unit sepeda motor merek Honda Beat warna hitam tanpa plat nomor. Dan 1 lembar surat tugas dengan nomor 144/KPK/Tipikor/Kpng/2017. Kendaraan roda dua dan surat tugas ini dipakai tersangka PIT untuk melancarkan aksi tipuannya di Desa Kolisia B Kecamatan Magepanda pada Senin (4/9) lalu.

Polisi juga menyita sejumlah barang yang dibeli PIT dari uang hasil penipuan. Barang-barang itu seperti kulkas satu pintu merek Sharp warna kombinasi putih dan pink motif bunga mawar. Terus satu buah lemari ukuran 75×180 centimeter warna coklat kehitam-hitaman bergambar bunga mawar.
Ada juga 1 buah springbed ukuran 180×180 centimeter dengan tebal 15 centimeter warna coklat tua motif bunga mawar. Lalu 1 buah pemanas nasi merek mejikom warna kombinasi putih dan pink.

Dari uang hasil penipuannya PIT juga membeli cincin emas dan kalung emas. Polisi berhasil menyita 2 buah cincin emas mata putih dengan berat masing-masing 0,5 gram, dan 1 buah kalung emas dengan berat 2,1 gram. Polisi juga menyita 1 lembar kuitansi penyerahan uang sebesar Rp 10.565.000 dari Bendahara Desa Kolisia B Siti Urpiah.

“Semua barang bukti sudah kami sita, termasuk barang bukti yang dibeli tersangka dengan uang dari hasil penipuan. Barang bukti kami sudah amankan di Polsek Nita, sementara pelaku kini sudah ditahan dan diamankan di sel Mapolres Sikka,” jelas Sungkono.

Selain memeriksa PIT sebagai tersangka pada kasus penipuan ini, penyidik juga sudah memeriksa beberapa pihak sebagai saksi. Saksi yag sudah diperiksa yakni Kepala Desa Kolisia B, Sekretaris Desa Kolisia B, Bendahara Desa Kolisia B, perempuan yang tinggal bersama PIT dan diduga sebagai perempuan simanan atau wanita idaman lain (WIL), dan seorang pedagang mas tempat PIT membeli cincin dan kalung.

Sungkono menambahkan menurut rencana pada Selasa (12/9) penyidik akan mengirimkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Maumere. Hingga saat ini, pelaku penipuan masih melibatkan PIT seorang diri. Polisi terus mengendus ada tidaknya jaringan kerja sama pada kasus ini. (vic)

Komentar ANDA?