Pompa Penyedot Air Bocor Tewaskan Anton Lamen

0
212
Foto: Penyidik dari Polres Kupang Kota melakukan oleh TKP di bak penampung tempat korban tewas tersengat listrik

Tidak Benar Kalau Diduga Dibunuh

NTTsatu.com – KUPANG – Anton Lamen merupakan karyawan Hotel On the Rock Kupang yang bekerja di bidang Instalasi hampir 4 tahun, korban tewas tersengat listrik yang bocor dari pompa dinamo penyedot air dalam bak penampung milik hotel tersebut. Dengan demikian, korban terwas bukan karena diduga dibunuh.

Korban masih sempat di bawah ke RS yakni RS SK Lerik Kota Kupang, namun tidak bisa tertolong karena korban meninggal di TKP dan dokter memperkuat keterangan tersebut bahwa memang korban meninggal di TKP sebelum di larikan ke Rumah Sakit.

Setelah korban di periksa dan dokter menyatakan bahwa korban meninggal di TKP karena sengatan listrik, Tim penyidik langsung melakukan Olah TKP, Rabu (28/6).

Dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang di lakukan oleh penyidik di peroleh bahwa benar arus listrik tersebut yang menyengat korban Anthon berasal dari dinamo pompa yang digunakan korban untuk membersihkan bak penampung air hotel tersebut.

Tim penyidik yang di ketua langsung oleh Kapolsek Kelapa Lima Polres Kupang Kota, Basith, setelah melakukan penyelidikan langsung di TKP, mengatakan bahwa benar arus listrik berasal dari pompa dinamo yang di gunakan untuk memyedok air dari bak penampung.

“Memang terjadi kebocoran listrik dari dinamo pompa sehingga mengenai korban sampai meninggal di TKP, seperti kata dokter setelah mayat korban di periksa di RS S.K Lerik Kota Kupang bahwa korban meninggal di TKP,” kata Basith.

Lanjutnya, untuk memperkuat data dan keterangan dalam penyelidikan saat ini kami akan melakukan penyelidikan lanjutan kepada beberapa saksi dan juga pihak HRD hotel untuk mendapatkan keterangan yang akan menyimpulkan kejadian tersebut.

“Kami sudah memasang police Line di TKP dan kami juga sudah menyita Pompa dinamo untuk penyelidikan lanjutan serta kami akan meminta keterangan saksi dan juga Pihak yang bertanggung jawab yakni HRD Hotel On the Rock Kupang,” imbuhnya.

Setelah ikut dalam olah TKP dan melihat secara langsung bagaimana korban meninggal di sebabkan pompa dinamo yang bocor, kakak kedua korban Chris Lamen menyayangkan Managemen Hotel yang tidak selalu mengecek perangkat kerja yang selalu di gunakan oleh karyawan dalam mendukung perkembangan Hotel tersebut.

“Yang kami sayangkan manajemen hotel tidak mengecek secara baik perangkat kerja yang di gunakan. Namun keluarga kami tetap menyerahkan semua kecelakaan tersebut kepada pihak kepolisian apapu itu harus di tuntaskan secara baik,” katanya.

Lamen menegaskan, keluarga menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada  pihak kepolisiian untuk ditindak lanjuti. Keluarga juga tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada pihak hotel.

Korban merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara dan meninggalkan istri dan 3 orang anak. (Ambu).

 

Komentar ANDA?