Potensi Seni Budaya Florata Harus Terus Digali dan Dikembangkan

0
198
Foto: Penjabat bupati Lembata, Sinun Petrus Manuk mengenakan “nowing” kain tenun kepada para kepala Dinas Pariwisata Kaupaten di Florata yang hadir pada pembukaan kegiatan ini

LEWOLEBA. NTTsatu.com – Penjabat Bupati Lembata, Sinun Petrus Manuk mengharapkan, Potensi Seni Budaya di seluruh Flores dan Lembata memiliki nilai-nilai yang sangat banyak karena itu harus terus digali dan dikembangkan sehingga tidak punah oleh perkembangan zaman yang kian cepat.

“Festival Seni Budaya Flores – Lembata ini merupakan momentum strategis untuk menampilkan aneka seni budaya daerah masing-masing. Kekayaan ini harus terus digali, dikembangkan dan dilestarikan untuk mendukung insdustri pariwisata yang menjadi leading sector  pembangunan daerah,” kata Manuk dalam sambutanya ketika membuka secara resmi Festival ini di pelataran Pelabuhan Laut Lewoleba, Kamis, 29 September  2016 malam.

Manuk yang juga masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT ini mengatakan,  pengembangan seni budaya ini juga sangat memutuhkan kepedulian Pemerintah Daerah, masyarakat dan dunia usaha dalam mengembangkan potensi seni budaya untuk mendukung pariwisata yang nantinya berdampak pada pertumbuhan ekonomi di daerah.

Dikatakannya, kualitas sumber daya manusia yang berkarakter cinta budaya terus ditingkatkan dengan jiwa kreatif dan inovatif untuk memajukan budaya bangsa dan daerah.

“Kabupaten Lembata yang sering disebut Lepan Batan atau negeri Ikan Paus, sangat terkenal di seluruh Nusantara dan mancanegara karena tradisi penangkapan ikan paus secara tradisional. Lembata telah dikenal di dunia sejak tahun 1800-an karena tradisi penangkapan ikan paus dan sama terkenalnya dengan Manggarai Barat  dengan Komodo. Selamat datang dan menikmati Lembata dengan segala potensi seni budaya dan pusat destinasi wisata yang ada di kabupaten ini,” kata Petrus Manuk dalam sambutannya saat pembukaan kegiatan ini.

Manuk berharap, festival Seni Budaya Florata ini akan mampu memberikan inspirasi kepada semua pihak untuk terus berupaya mengembangkan dan melestarikan seluruh potensi seni dan budaya di daerah masing-masing yang juga menjadi cirri khas daerah tersebut.

Kegiatan ini akan berlangsung hingga Jumat, 30 September 2016 malam dan ditutup oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya. (bp)

Komentar ANDA?