Premium Semakin Langka di Sarai

0
185
Foto: Ilutrasi premium eceran dalam botol bekas air kemasan mineral

KUPANG. NTTsatu.com – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium sudah hampir sebulan ini semakin langkah di seluruh wilayah Kabupaten Sabu Raijua (Sarai). Jika tidak segera ditanggulangi, lalulintas di daerah ini akan lumpuh total.

Beberapa warga Sarai yang dihubungi melalui jaringan telepon seluler ke Sarai, mengaku premim sudah langkah selama hampir sebulan ini. Mereka berharap kondisi ini secepatnya ditanggulangi sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan.

Mereka mengakui premium yang diantar kapal dari Kupang ke Sarai dalamk waktu yang singkat sudah habis terbeli. Sehingga ketika masyarakat datang ke Pangkalan Agen Premium dan Minyak Solar (AMPS) di Seba premium sudah habis terjual.

Seperti diakui Tata Diwa seorang PNS pada Kantor Setda Sarai yang dihubungi, Jumat, 09 Desember  2016. Dia mengakui, kalau kapal masuk antar minyak dari Kupang, cuma beberapa jam saja premium sudah habis. Banyak warga yang tidak kebagian.

“Warga penggunan kendaraan bermotor terpaksa harus membeli eceran di pinggir jalan dalam kemasan air mineral besar dengan harga yang sangat mahal. Bisa mecapai Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per botol dalam botol air mineral setara 1,5 liter,” katanya.

Sejumlah warga mengakui, kelangkaan BBM terutama jenis premium ini dirasakan warga Sarai setelah Bupati Sarai, Marthen Dira Tome ditahan KPK.

“Kami memang merasakan hal itu. Kalau Pak Bupati masih ada, kelangkaan itu tidak pernah terjadi. Kalau ada pun tidak erlangsung lama. Tetap sekarang kami rasakan kesulitan yang cukup besar,” kata seorang warga Menia yang berprofesi PNS. (*/bp)

Komentar ANDA?