Presiden Jokowi Didampingi Pj. Gubernur NTT Kunjungi Nagekeo

0
221

NTTSATU.COM — KUPANG —  Dalam lanjutan kunjungan kerja hari keduanya di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Presiden Joko Widodo bertolak dari Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat menuju ke Kabupaten Nagekeo, pada Selasa (05/12/2023) pagi.

Menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU, Presiden serta rombongan terbatas termasuk diantaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan juga Pj. Gubernur NTT Ayodhia Kalake lepas landas dari Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo, sekitar pukul 07.30 WITA.

Setibanya di Kabupaten Nagekeo, Presiden Jokowi disambut langsung oleh Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco bersama unsur Forkompimda Kabupaten Nagekeo. Iapun langsung meninjau progres pembangunan Bendungan Mbay yang terletak di Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan yang berjarak sekitar 30 km dari pusat kota Kabupaten Nagekeo. Disebutkan bahwa pembangunan bendungan tersebut merupakan salah satu langkah pemerintah mewujudkan kedaulatan pangan nasional dan juga ketersediaan air di musim kemarau.

Pembangunan Bendungan Mbay sendiri telah dimulai sejak akhir tahun 2021 dan ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2024. Bendungan tersebut ditargetkan dapat menampung hingga 51 juta meter kubik air.

Bendungan Mbay dibangun oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang. Bendungan ini memiliki luas genangan 499,55 hektare yang bersumber dari Sungai Aesesa. Pembangunan Bendungan Mbay sesuai kontrak telah dimulai sejak 2021 melalui 2 paket pekerjaan dengan nilai kontrak Rp1,47 triliun.

Dalam keterangannya usai peninjauan bendungan, Presiden Jokowi menerangkan bahwa semua pembangunan bendungan plus irigasinya disiapkan dalam rangka strategi besar menuju pada ketahanan pangan dan kedaulatan pangan nasional.

“Nantinya akan mengairi kira-kira 4.200 hektare, plus pengembangannya 1.900 hektare. Harapan kita dengan selesainya pembangunan bendungan tersebut, dapat mendorong produksi beras di Kabupaten Nagekeo sampai 250 persen atau meningkat hingga 2,5 kali lipat dari produksi sebelnya.” jelas Jokowi. (sipers adpim)

Komentar ANDA?