Program Lima Hari Sekolah Tidak Bisa Serentak Dilaksanakan di NTT

0
217
Foto: Gubernur NTT, Frans Lebu Raya

NTTsatu.com – KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya menyatakan, program sekolah lima hari yang direncanakan mulai berlaku tahun ajaran 2017/2018, tidak bisa serentak dilaksanakan di seluruh wilayah Provinsi NTT.

Penegasan itu disampaikannya dalam
Seminar sehari bertajuk  “Kebijakan Lima Hari Sekolah, Masalah atau Solusi” yang digagas Dewan Pendidikan NTT, di Aula Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) NTT, Selasa, 8 Agustus 2017.

Gubernur mengatakan, muncul gagasan lima hari sekolah, memang menjadi polemik, apakah tetap enam hari atau lima hari sekolah.

“Kita tidak boleh larut dalam perdebatan polemik ini,  mari kita ambil hikmahnya yang lebih baik. Peraturan lima hari sekolah tentu tidak bisa serentak dilaksanakan di seluruh NTT. Kita harus sesuaikan dengan kondisi setempat,” tambahnya.

Menurutnya, untuk menyeragamkan gagasan sekolah lima hari di daerah, perlu pertimbangan serius. Jika di daerah lain seperti di pulau Jawa bisa dilaksanakan, tentu tidak serta merta dilaksanakan juga di daerah ini.

Terkait dengan karakter anak bangsa, menurut Gubernur Lebu Raya, dalam kegiatan proses belajar dan mengajar harus membentuk karakter anak didik yang berjiwa Pancasilais, sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, bangsa ini dihadapkan dengan tantangan yang luar biasa, yaitu dengan adanya sekelompok orang yang ingin mengganti ideologi negara, Pancasila.

“Saya berulangkali tegaskan bahwa Pancasila harga mati dan NTT menolak keras yang namanya radikalisme, menolak seluruh Ormas anti Pancasila,” tegasnya. (*/bp)

Komentar ANDA?