Program Rumah Murah di NTT Hanya 100 Unit

0
239

KUPANG. FBC- Program pembangunan rumah murah untuk masyarakat telah dicanangkan secara nasional oleh pemerintah pusat pada tanggal 29 April 2015 lalu. Untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), tahun ini hanya dibangun 100 unit saja.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Peruahan Realestat Indonsia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bobby Lianto, MBA yang dihubungi di Kupang, Sabtu, 2 Mei 2015 menjelaskan, rumah murah sebanyak 100 unit itu akan dibangun di wilayah Matani, Kabupaten Kupang diatas lahan miliknya seluas 30 ha.

“Setelah pencanangan pebangunan rumah murah secara nasional termasuk di Kupang, masyarakat langsung mendatangi kantornya untuk mendaftarkan diri sekalian membayar uang muka, dan hingga saat ini sudah 90 orang mendaftar,” katanya.

Dia menjelaskan, secara bisnis pembangunan rumah murah ini memang tidak menguntungkan bagi pengemban. Pasalnya untuk membangun rumah murah itu membutuhkan dana sekitar Rp 9 miliar, sementara harga jual rumah itu Rp 120 juta/unit dan para pembeli hanya menyetor uang muka sebesar 1 persen atau Rp 1,200.000 dan mencicilnya selama 15 tahun sebesar Rp 1.000.000/bulan.

“Kalau mau hitung secara bisnis, pengemban memang tidak bisa mendapatkan keuntungan dari program ini. Karena itu ketika saya selaku ketua DPD Rei NTT menawarkan kepada teman-teman anggota Rei untuk membangun rumah murah ini, tidak satupun setuju dengan alasan tidak mendapatkan keuntungan,” katanya.

Dia menguraikan, dari 100 rumah akan diperoleh uang muka sebesar Rp120 juta. Bagaimana mungkin membangun rumah sebanyak 100 unit hanya dengan uang muka sebesar Rp 120 juta. Karena itu pengemban memang harus menyiapkan uang sebesar Rp 8.880.000.000 untuk menggenapi kebutuhan dana sebesar Rp 9 miiar.

Bobby mengatakan, karena semua penggemban anggota REI NTT berkeberatan membangun rumah murah itu, maka dia selaku ketua terpaksa menerimanya.

“Saya saya bangun dulu, jika teman-teman melihat ini dan tertarik masih ada rencana untuk 100 unit lagi di Rote Ndao,” kata Bobby yang juga pimpinan PT Pembangunan Sehat Sejahtera ini.

Menurutnya, developer mau membangun namun mereka hanya mau membagun di lokasi-loasi yang baru. Pasalnya harga tanah di lokasi baru lebih murah ketimbang dilokasi-lokasi lama yang harga tanahnya sangat mahal dan memberatkan mereka.

“Seperti yang saya bangun ini. lokasinya adalah lokasi baru yang saya beli agak jauh dari pemukiman warga namun prospek ke depannya sangat baik karena tidak terlalu jauh dari Bandara El Tari Kupang. Lokasi seluas 30 ha itu saya rencanakan untuk membangun 1.500 unit, dan 100 unit itu saya bangun dalam rangka mendukung program pemerintah,” katanya.

Ditanya apakah pembangunan rumah murah itu menggunakan Semen Kupang, produk daerah sendiri, Bobby mengaku sudah didatangi pimpinan PT Semen Kupang khususnya PT Sarana Agra Gemilang (SAG) untuk menawarkan kerja sama dengan para pengemban di NTT termasuk pembangunan 100 unit rumah itu.

Bagi saya, boleh-boleh saja asalkan perusahan ini memenuhi persyaratan yakni stok selalu tersedia dan kualitasnya terjamin. “Kita hanya minta itu saja, bahwa PT SAG dan PT Seen Kupang menyanggupi kalau stok semen selalu tersedia dan kualitasnya juga lebih atau minimal sama dengan semen lainnya. Jika teman-teman anggota REI setuju dan SAG menyanggupinya maka kita akan memandatangani MoU,” katanya. (iki)

Komentar ANDA?