Puluhan Ribu Warga Sikka Belum Rekam KTP Elektronik

0
339
Foto: Operator pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sikka sedang melayani pencetakan KTP elektronik kepada warga masyarakat di kantor tersebut, Senin (15/1)

NTTsatu.com – MAUMERE – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sikka Tahun 2018 tinggal 5 bulan lagi. Pemilih yang hendak menyalurkan hak politiknya, harus memiliki kartu tanda penduduk elektronik (EKTP) atau surat keterangan (suket) yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sikka. Hingga saat ini, tercatat masih 61.893 warga Sikka yang belum merekam EKTP atau setara 25,23 persen.

Data yang diperoleh media ini dari Dispendukcapil Sikka, Senin (15/1), menyebutkan terhitung 31 Desember 2017, jumlah penduduk Kabupaten Sikka yakni 345.645 jiwa. Dari jumlah penduduk ini yang wajib memiliki KTP sebanyak 245.267 jiwa, di mana yang telah melakukan perekaman sebanyak 183.374 jiwa.

Beberapa kecamatan dengan persentase tertinggi yang belum merekam KTP seperti PaluE 44,74 persen, Mapitara 43,34 persen, dan Tanawawo 41,74 persen. Di PaluE masih 3.697 dari 8.264 wajib KTP yang belum merekam KTP, di Mapitara tercatat 2.289 dari 5.282 wajib KTP, dan di Tanawawo 2.834 dari 6.789 wajib KTP.

Beberapa kecamatan dengan persentase rendah yang belum merekam KTP seperti Lela 16,12 persen, Nelle 19,08 persen, dan Bola 19,28 persen. Di Lela terdapat 1.456 dari 9.031 wajib KTP yang belum merekam KTP, di Nelle 954 dari 4.999 wajib KTP, dan di Bola 1.809 dari 9.383 wajib KTP.

Jika dilihat dari jumlah perorangan wajib KTP yang belum merekam, Kecamatan Alok Timur menempati posisi teratas di mana sebanyak 5.557 dari 24.903 wajib KTP yang belum merekam KTP. Menyusul setelah itu Alok 4.741 dari 23.445 wajib KTP, Talibura dengan 4.567 dari 24.892 wajib KTP, dan Waigete 4.321 dari 18.684 wajib KTP. Setelah itu Alok Barat 4.152 dari 15.418 wajib KTP, lalu Palue, terus Nita 3.595 dari 17.134 wajib KTP, dan Kangae 3.229 dari 14.222 wajib KTP.

Nelle menjadi kecamatan yang terendah dari jumlah perorangan, menyusul Koting 1.111 dari 5.276 wajib KTP, lalu Lela, Bola, Waiblama 1.970 dari 5.812 wajib KTP, dan Hewokloang 1.980 dari 7.723 wajib KTP. Beberapa kecamatan lain berkisar antara 2.000 sampai 3.000 wajib KTP yang belum melakukan perekaman.

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Sikka Bernadus Ratu yang dihubungi di ruang kerjanya, Senin (15/1), menjelaskan sepanjang tahun 2017 lalu, operator Dispendukcapil sudah tiga kali turun ke semua wilayah di Kabupaten Sikka. Inisiatif jemput bola itu telah berhasil menekan jumlah yang siginifikan sehingga tersisa hanya 25,23 persen yang belum melakukan perekaman.

Bernadus Ratu mengatakan pihaknya akan terus serius melakukan perekaman kepada wajib KTP. Untuk itu dia akan membangun koordinasi kembali dengan para camat, kepala desa, dan lurah agar proses perekaman bisa berjalan lancar. Dia berharap para pejabat kecamatan sampai tingkat desa dan kelurahan bisa menghadirkan masyarakat.

Menurut dia ada kendala yang dialami di lapangan misalnya ketika operator sudah turun ke lokasi perekaman, ternyata masyarakat yang tidka hadir tepat waktu. Dia menyebutkan seperti di Kecamatan Tanawawo, operator harus bertahan selama 3 hari, ternyata yang bisa direkam hanya 80-an wajib KTP.

Jika koordinasi dari tingkat kecamatan, desa dan kelurahan hingga masyarakat berjalan bagus, Bernadus Ratu meyakini perekaman KTP dapat diselesaikan pada Maret 2018 mendatang.  (vic)

Komentar ANDA?