Puskesmas Ramah Anak Sulit Mendata Kasus Kekerasan Seksual

0
170

KUPANG. NTTsatu.com – Puskesmas Pasir Panjang, yang merupakan salah satu Puskesmas Ramah Anak di Kota Kupang sulit mendata korban kekerasan seksual terhadap anak-anak.

“Sampai sekarang baru enam kasus korban kekerasan pada anak secara fisik yang mendapat pelayanan kesehatan di Puskemas Rama Anak Pasir Panjang,” kata Koordinator Puskesmas Rama Anak Pasir Panjang, dr. Eka Muftiana.

Tampil sebagai pembicara pada acara pelatihan konseling bagi anggota community based crisis center (CBCC), di Kupang, Kamis, 29 Oktober 2015, Eka mengatakan, sebenarnya korban kekerasan terhadap anak baik kekerasan fisik maupun spikis cukup banyak, namun orang tua korban termasuk korban sendiri tidak mengakui secara jujur jika mendatangai Puskesmas Ramah Anak itu.

Menurut dokter Eka, selama ini banyak orang tua tidak jujur mengatakan kalau anak mereka telah menjadi korban kekerasan seksual ketika mendatangi Puskesmas Ramah Anak Pasir Panjang. Mungkin mereka malu mengatakan sejujurnya, padahal kejujuran itu penting agar penanganannya menjadi lebih fokus.

“Para orang tua yang membawah anak mereka untuk mendapat pelayanan kesehatan karena mengalami kekerasan seksual kadang tidak jujur mengatakan dan bahkan kadang menolak untuk diperiksa. Karena itu pendataan korban kekerasan seksual terhadap anak tidak bisa dilakukan dengan baik,” katanya. (rif/bp)

======

Foto: Koordinator Puskesmas Rama Anak Pasir Panjang, dr. Eka Muftiana

Komentar ANDA?