Putusan PTUN Untuk Yayik, Bupati Ende Banding

0
190

KUPANG. NTTsatu – Pasca keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang atas perkara gugatan tiga mantan pejabat. Bupati Ende, Marselinus Y.W Petu memutuskan untuk melakukan upaya banding. Namun banding itu hanya terhadap putusan untuk penggugat dr. Yayik Parwita Gati .

“Bupati hanya melakukan upaya hukum banding terhadap putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang terkait putusan untuk penggugat dr. Yayik Parwita Gati sedangkan dua pejabat lain yang dinonjobkan yakni Doa Damai Sebastianus dan Yohanes Letor tidak,” kata Kabag Hukum Setda Ende yang juga kuasa hukum tergugat, John Philipus yang dihubungi melalui telepon selulernya dari Kupang ke Ende, Senin (20/4) malam.

John Philipus menjelaskan, Bupati hanya melakukan banding terkait putusan PTUN Kupang untuk penggugat atas nama Yayik Parwita Gati, sementara untuk kedua penggugat lainnya pihaknya menerima putusan tersebut.

Dikatakannya, terkait dengan upaya banding tersebut, selaku kuasa hukum dia sudah melakukan pendaftaran pada hari Selasa, 14 April 2015 di PTUN Kupang yang merupakan hari terakhir penutupan pendaftaran untuk upaya banding.

Sementara itu terkait dengan memori bandingnya, akan menyusul setelah pendaftaran kemudian dilakukan penelaahan bagaimana petikan putusan PTUN tersebut.

“Kita sudah daftar pada hari terakhir batas dan hanya banding untuk dr. Yayik sementara dua lainnya kita terima,” katanya sembari melannutnya, memori banding akan segera dibuat dan dikirim ke Surabaya melalui PTUN kupang sebelum tanggal 4 Mei 2015 sebagai batas akhir pengiriman memori banding.

John Philipus mengatakan, dasar pertimbangan untuk melakukan banding karena gugatan dr. Yayik diterima dan dikabulkan semua. Merasa putusan belum adil maka pihaknya melakukan banding. Dan dalam memori banding nantinya, akan dijelaskan alasan banding yakni ada dua hal. Pertama adalah pokok perkara dan yang berikutnya soal penerapan hukum.

“Ini hak tergugat untuk menentukan banding setelah dikonsultasi dengan tergugat dalam hal ini bupati,” katanya.

Terkait eksekusi putusan terhadap dua penggugat lainnya, dia menjelaskan, yang sebagian gugatan ditolak yakni Sukadamai Doa Sebastianus dan Frans Letor yang tergantung prosedur pentahapan seperti apa.

Eksekusi mereka,tambahnya, didasarkan SK bupati seperti apa dalam melaksanakan amar putusan PTUN dan tidak mengembalikan ke jabatan sebelumnya namun tetap dalam jabatan sebagai pejabat eselon II

Sementara Bupati Ende yang dikonfirmasi juga melalui telepon, tidak banyak berbicara karena dia sudah mempercayakan semuanya kepada penasihat hukumnya. Karena itu, langkah apa yang diambil kuasa hukum akan didukung penuhnya.

“Saya sudah percayakan secara utuh dan total kepada mereka. Tanyakan kepada mereka apakah banding atau tidak,” kata Bupati Marsel. (bop)

Komentar ANDA?