Rakor FPK Hasilkan Lima Rekomendasi

0
234
Foto: Dua Pemateri, Acry Deo Datus dan Raymudus Lema saat membawakan materinya dimoderatori Petrus Nenohay

NTTsatu.com – KUPANG – Rapat Koordinasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun Anggaran 2017 menghasilkan lima butir rekomendasi yang akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi NTT.

Lima butir rekomendasi yang dihasilkan dalam Rakor yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Selasa, 20 Juni 2017 di Hotel Naka, Kupang itu adalah:

Memperjuangkan pembangunan pembauran kebangsaan untuk mewujudkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang rukun dan damai;

Melalui pembauran kebangsaan kita membangun Wawasan Kebangsaan Indonesia;

Melakukan koordinasi untuk mendapatkan tambahan dana APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota  dalam operasionalisasi program dan kegiatan di daerah;

Menguatkan  kapasitas  kelembagaan  Forum Pembauran Kebangsaan Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se Nusa Tenggara Timur;

Mengupayakan agar Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Nusa Tenggara Timur dapat berperan secara aktif melaksanakan pembangunan wawasan kebangsaan melalui pendidikan wawasan kebangsaan.

Dalam Rakor dengan peserta Para Kepana Badan Kesbangpol dan Ketua FPK Kabupaten/Kota se-provinsi NTT itu disuguhkan beberapa materi yakni Pembangunan Pembauran Kebangsaan di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan nara sumber Kaban Kesbangpol NTT,Sisilia Sona;  Pancasila Dan Politik oleh Acry Deo Datus dan Dinamika Nasional Dalam Politik Daerah oleh Raymundus Lema.

Rakor yang berjalan sangat baik dan lancar ini dapat dirumuskan sejumlah hal penting antara lain, kini Rakyat Indonesia mengalami degradasi Wawasan Kebangsaan, bahkan juga degradasi kepercayaan atas keunggulan Pancasila sebagai Dasar Negara dan  sebagai Sistem Idiologi Nasional.

Persepsi masyarakat terhadap faktor primordial  perlu diwaspadai. Kegoncangan primordial dapat berakibat mendasar dan sukar diatasi. Ketidakpuasan ekonomi, kelas atau intelektual mungkin menjurus kepada reformasi. Tetapi ketidakpuasan yang didasarkan pada  suku bangsa, bangsa, atau kebudayaan dapat menjurus pada pemisahan bangsa dan negara.

Pembauran akan berhasil jikalau masyarakat hidup rukun dan damai yang identik dengan keakraban pergaulan sosial sebagai tujuan nasional masyarakat Pancasila.

Selanjutnya, pembauran kebangsaan harus terbentuk secara alamiah, dengan tanpa menghilangkan indentitas ras, etnik, suku bangsa, bahasa, kebudayaan, golongan, daerah asal secara geografik dan agama masing masing dalam kerangka NKRI.

Perspektif struktural pembauran kebangsaan di NTT dikelola berdasarkan nilai nilai kearifan budaya masyarakat Nusa Tenggara Timur dengan memperhatikan kemajemukan masyarakat NTT, hidup rukun dan damai dalam semangat kekeluargaan dan Wawasan Kebangsaan Indonesia.

Pancasila adalah landasan kebangsaan dan persatuan Indonesia yang merekatkan NKRI. Tanpa Pancasila maka NKRI tidak akan ada. Tanpa Pancasila maka kita tidak disini. Pancasila adalah karakter kekuasaan politik yang mampu melindungi pemerintahan  demokratik berakar budaya.

Dengan nasionalisme dan patriotisme yang kuat maka pembauran kebangsaan akan berlangsung secara mantap. (bp)

Komentar ANDA?