Rawan Pangan di Sikka Meluas, Kini Melanda 39 Desa

0
181
Foto: Tagana Sikka sedang bersiap-siap menuju Desa Ilinmedo dan Tanarawa, Rabu (11/10), untuk menyalurkan beras rawan pangan bagi masyarakat yang terkena dampak krisi rawan pangan

NTTsatu.com – MAUMERE – Krisis rawan pangan di Kabupaten Sikka kini kian meluas. Sebelumnya melanda 33 desa di 11 kecamatan, tapi sejak 6 Oktober 2017 terdata rawan pangan sudah menggerogoti 39 desa di 12 kecamatan. Pemerintah masih terus melakukan intervensi beras rawan pangan kepada masyarakat yang terkena dampak.

Kepala Dinas Ketahahan Pangan Kabupaten Sikka Mauritz da Cunha belum bisa dihubungi. Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Sikka Mohammad Daeng Bakir berhasil ditemui di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Rabu (11/10). Dua institusi ini sedang koordinasi dalam rangka distribusi beras rawan pangan.

Media ini memperoleh data 39 desa rawan bencana dari BPBD Sikka. Data tersebut dikeluarkan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sikka, menyebutkan 39 desa rawan pangan yakni Wolomapa, Kajowair dan Heopuat di Kecamatan Hewokloang, Bola, Wolonwalu, dan Wolokoli di Kecamatan Bola, Nitakloang, Tebuk, Nirangkliung, Blori, Riit, Nita, Lusitada, dan Wuliwutik di Kecamatan Nita.

Berikutnya, Kojagete, Parumaan, dan Kojadoi di Kecamatan Alok Timur, Samparong di Kecamatan Alok, Kokowahor di Kecamatan Kangae, Gera dan Liakutu di Kecamatan Mego, serta Tuwa, Bu Selatan, Bu Utara, Poma, Bu Watuweti, Reanggarasi dan Detubingan di Kecamatan Tanawawo.

Lalu Mauloo dan Paga di Kecamatan Paga, Wolomotong, Nenbura, Waihawa, dan Wolonterang di Kecamatan Doreng, Wairblerer di Kecamatan Waigete, serta Tuabao, Tanarawa, Ilinmedo, dan Natarmage di Kecamatan Waiblama.

Dari 39 desa di 12 kecamatan, yang dilaporkan rawan pangan berjumlah 9.726 kepala keluarga. Dinas Ketahahan Pangan Kabupaten Sikka telah melakukan identifikasi pada 30 desa, dan mendapatkan data riil rawan pangan sebanyak 6.634 kepala keluarga. Masih 9 desa yang sementara ini sedang dalam proses identifikasi yakni Semparong, Kokowahor, Gera, Poma, Renggarasi, Mauloo, Nenbura, Waihawa, dan Wolomotong. Kemungkinan jumlah kepala keluarga yang mengalami rawan pangan akan bertambah.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka Emmy Laka menjelaskan pihaknya sudah menyalurkan beras rawan pangan untuk dua desa yakni Bloro dan Nita di Kecamatan Nita. Untuk Bloro dengan 386 kepala keluarga atau 1.544 jiwa, disalurkan sebanyak 4.323 kilogram. Untuk Nita dengan 129 kepala keluarga atau 516 jiwa disalurkan sebanyak 1.444 kilogram.

Pada Rabu (11/10), Dinas Sosial kembali menyalurkan beras rawan pangan untuk masyarakat di dua desa yaitu Ilinmedo dan Tanarawa di Kecamatan Waiblama. Untuk Ilinmedo terdapat 193 kepala keluarga atau 772 jiwa disalurkan 2.161 kilogram. Sementara untuk Tanarawa terdata 379 kepala keluarga atau 1.516 jiwa disalurkan 4.244 kilogram.

Untuk empat desa ini, Dinas Sosial sudah menyalurkan beras rawan pangan sebanyak 12.172 kilogram bagi 1.087 kepala keluarga atau 4.348 jiwa. Belum diketahui bagaimana nasib ribuan warga masyarakat lainnya yang juga terkena dampak rawan pangan namun hingga saat ini belum mendapatkan bantuan beras rawan pangan. (vic)

Komentar ANDA?