Ribuan Umat Hadiri Perayaan Misa Pentahbisan Uskup Maumere

0
1141

NTTsatu.com KUPANG -Ribuan umat Katolik yang datang dari berbagai daerah dengan khusuk mengikuti perayaan misa tahbisan Uskup Maumere di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Rabu, 26 Septembet 2018 petang.

Gelora Samador di Kota Maumere yang menjadi tempat pentahbisan Uskup itu penuh sesak. Walaupun panas, umat tetap berada dalam gelora Samador.

Uskup Ewaldus Martinus Setu ditahbiskan oleh Uskup Kherubim Pareira yang akan memasuki masa pensiun. Sementara yang membawakan kotbah adalah Uskup Denpasar dan Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng, Mgr. Silvester San.

Duta Besar Vatikan untuk RI, Mgr. Piero Pioppo, membacakan Bulla (surat keputusan) Paus Fransiskus tentang pengangkatan Mgr.Edwaldus menjadi Uskup Maumere.

Uskup Denpasar dalam kotbahnya merujuk motto tahbisan, bertolaklah te tempat yang lebih dalam, mengantarkan Mgr. Ewal bertolak ke tempat yang tidak nyaman. Mgr Ewal asal Bajawa—orang dari gunung yang tidak akrab dengan laut.

Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam tentu menakutkan sewaktu angin ribut. Apalagi kalau perahu terbalik dan tenggelam. Mgr. Ewal, badan subur tidak bisa berenang, kalau tenggelam seperti batu.

Menurut Mgr.San, motto ini bermakna mendalam menjadi Uskup Maumere. Menjadi uskup adalah kehormatan melayani, menjadi pelayan sakramen dan gembala di wilayah yang lebih luas dengan tugas dan tanggunjwab yang berat.

Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng ini mengingatkan akan ada bahaya yakni srigala dan pengajar-pengajar palsu yang menggangu umat.

“Jaman global dan milenial, umat masih menghayati dualisme dalam beragama, tantangan sekuralisme, materialisme, hedonisme dan berita bohong yang menyesatkan,” ujar Mgr. San

Meskipun berat, tidak perlu takut, karena Tuhan menjadi andalan. Ada jala di tangan, simbol dan jejaring, para imam dan tokoh awam.

Ia mengakui Mgr. Ewal telah memiliki jejaring dan telah lama dikenal umat Keuskupan Maumere. Sebelum diangkat menjadi uskup, Mgr.Ewal menjabat Vikjen Keuskupan Maumere.

“Ia suka senyum, tertawa, kebapaan, bicara hemat kata dan rendah hati. Umat senang kalau Mgr. Ewal yang pimpin misa, karena dia tidak bisa menyanyi selama misa. Bukan karena suara buruk, tetapi tidak mampu membidik not. Dia satu-satunya klerus asal Bajawa yang tidak mampu menyanyi. Namun dia satu-satunya orang Bajawa yang jadi uskup,” ujar Mgr.San disambut suka cita umat.

Diakhir kotbah, Mgr. San mengajak umat katolik Keuskupan Maumere mendoakan Mgr. Kherubim yang menyelesaiakn tugas kegembalaan dan telah meletak dasar yang baik bagi perjalanan Keuskupan Maumere.

“Kita berdoa, semoga emeritus bisa menikmati masa emeritus lebih tenang dan sehat,” ajak Mgr. San. (*/bp)

=======

 

Foto: Barisan Para Uskup saat mengikuti prosesi tahbisan Mgr.Edwaldus Martinus Sedu, di Gelora Samador Kota Maumere,Pulau Flores, NTT, Rabu, 26 September 2018

Komentar ANDA?