Romo Kris Saku Rayakan Perak Imamat

0
311
Foto: Romo Krispinus Saku, Pr menumpang mobil pick up saat diarak menuju Gereja Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui, Jumat, 29 September 2017 petang.

NTTsatu.com – KUPANG – Pastor Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui Kupang, Romo Krispinus Saku, Pr hari ini, Jumat, 29 September 2017 merayakan 25 tahun imamat (perak  imamat).

Perak imamat mantan Pastor Paroki Gembala Yang Baik, Kalabahi Alor ini ditandai dengan misa syukur di gereja Paroki St Yosef Pekerja Penfui. Misa dipimpin Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr bersama yubilaris dan para imam konselebran diikuti ribuan umat Paroki Penfui.

Sebelum petayaan misa, yubilaris disambut pasukan drum band dan penari dari SMPK Adisupto Penfui di pertigaan depan toko King Mart dan asrama TNI Angkatan Udara, Penfui.

Dari sana yubilaris yang menumpang sebuah mobil terbuka diarak menuju gereja sejauh sekitar 300 meter. Sementara di sisi kakan dan kiri jalan, para siswa dari SDK St Arnoldus, SMPK Adisucipto dan siswa SMAK St. Karolus Penfui berbaris membentuk pagar betis di sepanjang jalan sampai di depan gereja sambil melambai-lambaikan bendera kecil. Sementara umat yang lain berkumpul di depan gereja menunggu kedatangan yubilaris.

Pada hari ulang tahun imamat ini, sang Yubilaris kembali mengenang moto tahbisannya yakni “Bagi Allah Tidak Ada yang mustahil”. Moto ini menujukkan keyakinan sang Yubilaris akan peran Allah dalam panggilan imamat.

Foto: Romo Kris memberikan ucapan selamat kepada kedua orang tua kandungnya yang hadir dalam perayaan perak imamat.

 

Imam itu Cinta Damai

Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang dalam sambutannya menjelang resepsi syukuran di lapangan bola kaki di halaman belakang Gereja mengatakan, imam adalah orang-orang terpanggil yang harus cinta damai.

Uskup mengatakan, para imam dituntut untuk menebarkan cinta damai bukan kebencian kepada siapapun dan tidak terbatas hanya pada sesamnya Katolik tetapi seluruh umat manusia di temat kerjanya.

Dikatakannya, orang Kristen tidak pernah berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi untuk banyak orang, karena itu para Imam harus juga berjuang untuk umatnya.

“Orang Kristen Katolik itu tidak pernah memperjuangkan sesuatu hanya untuk dirinya sendiri tetapi berbata bajik dan selalu menjadi saksi. Kesaksian itu juga selalu diwujudkan dalam bentuk bantuan kemanusiaan,” kata Uskup.

Menurutnya, Romo Kris telah menunjukan semua ini dengan baik selama bertugas di berbagai paroki. Kegiatan kemanusiaan yang ditunjukkannya selama ini adalah selalu mengupayakan aneka tanaman di tempat tugasnya. Ini merupakan kecintaannya terhadap lingkungan hidup.

“Romo Kris telah memberikan contoh yang baik dengan menanam dan ini dilakukkannya dengan penuh cinta dan kesadaran untuk ikut membangun lingkungan,” kata uskup. (bp)

Komentar ANDA?