RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang Suda Bisa Periksa Sampel Darah

0
1019
NTTsaty.com — KUPANG —  Saat ini RSUD Prof. Dr. W.Z.Johannes Kupang sudah menyiapkan Laboratorium Pemeriksaan sampel darah atau Swab, sehingga tidak lagi dikirim ke Jakarta. Pihak Dinas Kesehatan NTT telah berkoordinasi dengan RSUD Kupang agar bisa digunakan untuk pemeriksaan sampel darah Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
“ Kami masih berkoordinasi dengan pihak Kemenkes RI di Jakarta bersama Pak Dirut RSUD W.Z. Johanes agar lab yang ada di RSUD dapat digunakan untuk memeriksa sampel darah atau Swab,” kata Kadis Kesehatan Provinsi NTT, drg. Domi Minggu Mere, melalui sambungan telpon kepada pers di ruang Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Senin (6/4/2020).
Menurut Domi, sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI sebelumnya hanya ada tiga rumah sakit yang ditunjuk untuk emerging disease.

 

“ Bapak Gubernur mengusulkan agar ditambah delapan rumah sakit emerging disease sehingga kini menjadi 11 rumah sakit. Selanjutnya kita juga mengembangkan 11 rumah sakit sebagai second line untuk mensuport rumah sakit yang ada. Kita juga sedang mempersiapkan beberapa rumah sakit sebagai penunjang atau penyanggah RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang,” katanya.

Pada tempat berbeda juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si mengatakan, bahwa seorang se
dikatakan positif atau negatif itu biasanya dibuktikan pemeriksaan sampel darah.

Pemerintah mendorong masyarakat yang mau kembali ke NTT apabila masih dalam keadaan sakit, sebaiknya jangan dulu pulang.

” Dirawat dulu sampai sehat betul baru datang ke kampung halaman dan itu juga untuk menjaga saudara -saudaramu di NTT. Untuk itu jangan egois, kalau misalnya yang ada di Jawa, dan Bali yang sedang sakit dirawat dulu sampai sehat. Ketika dokter bilang sehat, sembuh baru kembali ke NTT ke kampung halaman,” ujar Marius.

Dan masyarakat NTT juga, lanjut Marius, jangan mencurigai kalau ada pasien dalam pengawasan (PDP) atau orang dalam pemantauan (ODP).

“Jangan mengucilkan mereka, mengolok mereka, itu tidak boleh. Bapak Gubernur selalu mengimbau kita supaya kesempatan inilah solidaritas kemanusiaan diantara kita harus kuat, bergandengan tangan, bekerja sama lalu kemudian bersama-sama menghadapi bencana kemanusiaan ini,” katanya.

Marius mengaku, Pemprov NTT selalu memantau semua orang di wilayah NTT yang tersebar di setiap kabupaten/kota sampai di tingkat Rukun Tetangga (RT).

“ Kita pantau, karena itu memang kita sudah mendorong para Bupati se NTT dan Walikota Kupang untuk bisa memantau warganya sampai di RT, memantau siapa yang datang dari luar, lalu kemudian memastikan kondisi kesehatannya, berkoordinasi dengan para medis setempat supaya memeriksakan dia, supaya bisa mengikuti perkembangan klinis dari orang tersebut. Bapak Gubernur mengimbau seluruh rakyat NTT untuk tetap tinggal di dalam rumah, lebih banyak di dalam rumah, kalau pun keluar rumah untuk belanja makan minum, ok.. silahkan. Tetapi begitu keluar rumah, anak-anak kita pakai masker,” ujar Marius.

Marius mengatakan, hingga siang ini ODP berjumlah 686, selesai pemantauan 195, yang sedang dirawat 4 orang, PDP 15 orang, 7 orang isolasi mandiri dan 8 orang sedang dirawat di rumah sakit. (terasntt/bp)

Komentar ANDA?