Rudenim Penuh, Imigran Gelap Ditampung di Hotel

0
190

KUPANG. NTTsatu – Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang tidak bisa lagi menampung imigran gelap yang ditangkap dan ditahan di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Karena itu, 180 imigran asal gelap asal Afganistan dan beberapa Negara Timur Tengah terpaksa ditampung di sebuah hotel di Kota Kupang dan masih menunggu untuk dikirim ke negara ketiga yang akan menerima mereka.

Kepala Imigrasi Kupang, Agus Dwianto, yang dihubungi di Kupang, Rabu (11/3) mengatakan, para imgran gelap yang ditangkap di berbagai daerah di NTT itu terpaksa ditampung di sebuah hotel di Kupang karena rumah detensi imigrasi Kupang penuh.

“Mereka memang sementara di tampung di sebuah hotel, dan menurut aturan, hotel yang dipakai untuk menampung imigran gelap itu juga disebut ruangan detensi,” kata Agus Dwianto sambil tidak ingin menyebut nama Hotel tempat penampungan mereka.

Agus menjelaskan, para deteni yang diamankan di ruangan detensi itu, karena tidak memiliki dokumen, seperti paspor. Selain itu, rumah detensi imigrasi Kupang masih penuh, karena menampung hampir 200 imigran lainnya.

Agus mengatakan, pihaknya memberikan kelonggaran bagi para imigran itu untuk beraktivitas di luar ruangan detensi, karena mereka bukan pelaku kriminal yang harus dipenjarakan.

“Kami biarkan mereka beraktivitas, namun diminta agar tidak buat kejahatan,” katanya.

Di ruangan detensi itu, lanjutnya, ditempatkan sebanyak delapan pengawas untuk memantau aktivitas para imigran. Tujuannya mencegah mereka kabur atau melakukan tindak pidana. “Pernah sebelumnya imigran hampir dihajar massa karena mengutil di salah satu pusat perbelanjaan,” katanya.

Dia tidak menampik jika ratusan imigran gelap itu bebas beraktivitas, seperti berolahraga atau belanja kebutuhan di mal. Tidak heran jika mereka dijumpai di jalan- jalan utama, pusat perbelanjaan dan pantai.

Menurut Agus, dana penginapan dan konsumsi imigran itu ditanggung International Organization for Migration (IOM). Sedangkan status mereka masih dalam pengawan badan PBB untuk pengungsi (iki)

Komentar ANDA?