Sakit Saraf, Gubernur Lebu Raya Dirujuk ke Surabaya

0
164

KUPANG. NTTsatu.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya yang akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur untuk menjalani perawatan intensif, karena menderita sakit syaraf.

Rujukan Gubernur Lebu Raya ke Surabaya dilaksanakan pada Jumat, 3 Juni 2015 sekitar pukul 02.00 Wita melalui Bandara El Tari Kupang. Menurut sumber media ini, Gubernur NTT diberangkatkan menggunakan pesawat khusus yang telah menunggunya di Bandara El Tari Kupang.

Saat tiba di VIP Pemerintah daerah, Gubernur terlihat menggunakan kursi roda, karena diduga sebagian syarafnya tidak berfungsi, sehingga harus didorong hingga tangga pesawat. “Di tangga pesawat Gubernur turun dari kursi roda dan di papah ke atas pesawat,” katanya.

Pemberangkatan Gubernur ini terkesan disembunyikan sehingga harus diberangkatkan pada dini hari. Bahkan, seorang pegawai angkasa pura yang hendak mengabadikan kondisi gubernur menggunakan kamera handphone (HP), harus rela HP-nya di rusak oleh petugas yang mengetahui dirinya akan mengambil gambar gubernur.

Wakil Gubernur NTT Beny Litelnony kepada wartawan di Kupang, Senin, 6 Juli 2015 menjelaskan, Gubernur mengeluh sakit sejak 30 Juni 2015 lalu, dan sempat menjalani perawatan di Kupang. Namun karena peralatan kurang memadai sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Dr Soetomo, Surabaya.

Menurut dia, Gubernur mengeluh sakit sejak 30 Juni 2015, hingga dilakukan pemeriksaan laboratorium dan pengobatan dan fisiotherapi oleh dokter ahli saraf dari RSUD Johannes Kupang.

Dari hasil pemeriksaan serta analisa berdasarkan keluhan itu, diputuskan perlu diakukan pemeriksaan lebih lanjut serta menyeluruh dan dirujuk ke RSUD Dr Soetomo, Surabaya, karena peralatan medis di Kupang tidak mendukung untuk penanganan kesehatah Gubernur.

Setelah analisa terhadap hasil pemeriksaan, disimpulkan kondisi saraf Gubernur dalam keadaan baik. Namun, tim dokter menyarankan untuk beristirahat beberapa hari sambil dilakukan evaluasi.

“Hari ini, baru akan diputuskan, apakah gubenur boleh pulang ke Kupang atau tidak, karena disarankan untuk tetap beristirahat beberapa hari di Surabaya,” katanya. (iki)

Komentar ANDA?