Sebab IA Telah Memperhatikan Kerendahan Hamba-Nya

0
1011

Oleh:  Rm, Ambros Ladjar, Pr

Hari Minggu Biasa XX*, 15 Agustus 2021.Hari Raya Santa Maria Assumpta, Maria Diangkat Ke Surga*.
Bac. Why 11: 19, 12: 1-6 & 10 dan 1Kor 15: 20-26. Injil:  Lk 1: 39 – 56.

Liburan adalah waktu bebas untuk santai, jalan-jalan, rekreasi, dsb. Sayang sekali saat pandemi seperti ini segala aktivitas kita sungguh dibatasi. Kita pahami baik tujuannya untuk kebaikan semua orang. Injil Lukas berkisah tentang *kunjungan Maria kepada Elisabet* saudaranya. Ia harus lewati perjalanan yang jauh dan melelahkan. *Dari Nazaret ia menuju Ein Karem di Yehuda*. Sebelah selatan Yerusalem sekitar 130 Km (81 mil) jauhnya. Ketika itu kandungan Elisabet berusia 6 bulan. Sedangkan Maria sendiri baru menerima khabar dari Malaekat Jibrael. Dia akan mengandung dan melahirkan Juruselamat.

Kunjungan persaudaraan mereka adalah sebuah *momentum untuk saling menguatkan*. Ada rasa sukacita, tapi juga ada rasa cemas. Karena usia kandungan Elisabet justru sangat beresiko di masa tua. Bisa saja dengan alasan ini, Maria ingin membantu apapun yang dapat ia lakukan. Hal ini adalah *bukti kepedulian Maria sebagai hamba Tuhan dan sesama*. Rupanya Maria tinggal di sana sampai Elisabet melahirkan Yohanes anaknya. Sebab sudah ditegaskan Injil bahwa Maria tinggal bersama kira-kira tiga bulan lamanya.

Ketika memasuki rumah Elisabet, tampaknya Maria dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus. Tak berlebihan jika dengan nyaring Elisabet berseru: *diberkatilah buah rahimmu*. Siapakah aku ini sehingga ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sangat luar biasa kulisan dialog injil Lukas. Sebab saat itu bayi dalam kandungan Elisabet pun melonjak kegirangan. Sebuah *tanda bahwa Allah rindu menyatakan diri dan rencana-Nya* bagi kita. Allah mau mengungkapkan betapa besar kasih-Nya kepada semua bangsa manusia di muka bumi.

Pada hari raya Santa Maria Assumpta, gereja mengajak *kita menimbah semangat iman dan kerendahan hati*. Dialah perempuan Nazaret pilihan Allah menjadi ibu Tuhan Yesus. Dengan segala rendah hati kitapun belajar taat seperti Maria. Hamba Tuhan dalam pelayanan. Maria telah memainkan peran pentingnya dalam sejarah keselamatan. Dari *sebab itu tak ada kisah kematian Maria*. Karena Maria diangkat ke surga dengan jiwa raganya. Sebuah kebenaran iman, Dogma yang ditetapkan oleh Paus Pius XII lewat *Konstitusi Apostolic Munificientissimus Deus*, Allah yang amat murah hati tgl 01 Nov. 1950.

Kerelaan dan pengorbanan hidup Maria, telah menja- dikan dirinya istimewa di mata Tuhan. *Ketokohan Maria menjadi teladan kita* karena ia mengandung dan melahirkan Yesus. Ia sangat menyatu lahir batin dengan Yesus anaknya. *Ia sendiri menjadi saksi mata* saat Yesus wafat di Salib. Kemudian Yesus bangkit dan naik ke surga. Oleh ketaatan dan kerendahan hati Maria terhadap rencana Allah maka menjadi devosi gereja. Jikalau demikian, sejauh mana penghayatan kita akan tugas dan pengabdian kita di tengah dunia saat ini??

Salam sehat di Hari Minggu untuk semuanya. *Tetap taat menjalankan Prokes*. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga kita masing-masing dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita hidup. Amin 🙏🙏🌹✝️🌹🍇🫐🔥🔥🇮🇩🇮🇩

=======

Pastor Paroki Katedral Kupang

Komentar ANDA?