Sejumlah Kios di Pasar Alok Jadi Tempat Esek-Esek

0
1506
Foto: Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Sikka, Yoseph Benyamin memberikan keterangan kepada wartawan tentang praktik prostitusi terselubung di dalam Pasar Alok

NTTsatu.com – MAUMERE – Praktik prostitusi terselubung bisa dilakukan di segala tempat dan dalam berbabagi kesempatan. Tidak terkecuali di Pasar Alok Maumere yang ramai setiap hari dari pagi sampai malam. Ternyata di tengah keramaian itu, terdeteksi sejumlah kios dijadikan tempat esek-esek untuk memuaskan nafsu birahi.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Sikka Yoseph Benyamin yang dihubungi Rabu (6/9) usai RDP dengan DPRD Sikka, menyebutkan pihaknya sudah mengidentifikasi kios-kios yang difungsikan sebagai tempat mesum.

Kios-kios tersebut dibangun berada di dalam los umum, yang kemudian dibangun sendiri oleh beberapa pengguna pasar. Selama ini kios-kios tersebut dibiarkan kosong.

Kios yang dibiarkan kosong ini diduga akan disewakan oleh pengguna pasar kepada pihak lain yang berminat. Karena masih dalam keadaan kosong, belum disewakan, kios-kios tersebut akhirnya dimanfaatkan sebagai tempat mesum. Beberapa kios kosong malah dimanfaatkan sebagai WC umum.

Menurut informasi yang diterima Yoseph Benyamin, pemanfaat kios kosong untuk esek-esek adalah laki-laki hidung belang yang juga merupakan warga di dalam pasar tersebut. Sedangkan perempuannya adalah para pekerja seks komersial (PSK) yang biasa beroperasi di pasar.

“Itu PSK yang pernah kami tangkap di kali, di rumah merah, mereka itu yang sering menjajakan tubuh mereka di pasar, dan diduga orang pasar yang menjadi langganan mereka. Ini informasi dari para pengguna pasar,” jelas Yoseph Benyamin.

Terhadap kondisi ini, Yoseph Benyamin mengatakan setiap malam pihaknya terus melakukan monitoring ke lokasi yang diduga sebagai tempat esek-esek. Sejak patroli malam oleh Satpol PP, kata dia, aktifitas mesum di tempat itu sudah mulai berkurang.

Petugas keamanan di Pasar Alok cukup kesulitan mengatasi persoalan ini. Masalahnya karena personilnya sangat kurang yakni hanya dua orang. Sementara Pasar Alok itu sendiri dengan luas mencapai 5 hektare. Kemungkinan pihak UPT Pasar Alok akan menambahkan personil termasuk penjaga malam.

Meski demikian Yoseph Benyamin tidak hanya berkonsentrasi pada kegatan patroli di tempat itu. Rencananya, kios-kios yang dibangun atas inisitiaf sendiri para pengguna pasar di dalam los tersebut akan dibongkar.

Sesuai koordinasi dengan UPT Pasar Alok, los tersebut akan difungsikan bagi para penjual sepatu dan aksesoris. (vic)

Komentar ANDA?