Sekarang Ia Mendapat Hiburan Tetapi Anda Sangat Menderita

0
387

Oleh: Rm. Ambros Ladjar, Pr

Hari Minggu Biasa XXVI, 25 September 2022. Bacaan. Kitab Amos 6: 1a, 4-7 & 1 Tim 6: 11-16 dan Injil Lk 16: 19-31.

Sering kita mendengar kata petuah “hudup ini bagaikan roda yang berputar”. Hari ini kelihatan baiknya besok bolongnya. Secara sederhana dapat dipahami maksudnya bahwa hidup kita ini selalu berubah-ubah. Berbagai kemungkinan dapat terjadi seiring dengan berjalannya waktu. Hari ini bahagia esok mungkin sedih. Hari ini gagal besok mungkin sukses. Hari ini jadi gembel suatu ketika menjadi orang kaya yang disegani. Hidup kita akan bermakna di bumi ketika kita terus berjuang menebar kebaikan bersama orang lain sesuai kemampuan dan bakat yang kita miliki.

Ketika bangsa Israel mengalami kemajuan di bidang ekonomi dan politik, hidup mereka menjadi sangat hedonis. Meskipun mereka alami kemakmuran dan kestabilan namun tabiat hidup mereka tak seimbang. Hal itulah yang mengundang kritik pedas yang dilontarkan Nabi Amos. Sebab:
– Tempat tidur dari gading.
– Duduk berjuntai di ranjang.
– Makanannya anak- anak domba dan lembu.
– Berpesta dengan nyanyian dan anggur serta Memakai parfum yang paling mahal.

Dalam kemeriahan pesta pora terdapat dosa yang begitu besar. Sindiran yang keras diarahkan kepada mereka. Ditambah lagi murka Tuhan atas dosa mereka bukan karena mereka kaya, tapi karena harta dan pesta pora mereka bersumber dari jalan yang tak benar. Mereka memperolehnya dari hasil ketidakjujuran dan kecurangan karena mencekik orang lemah dan miskin. Mereka menempuh jalan yang membawa diri mereka pada celaka yaitu murka Tuhan. Perbuatan mereka sebagai sikap telah membuat mereka rasa aman tentram.

Kisah Lazarus dalam injil pada hari ini menggambarkan tentang kebahagiaan kekal dan siksaan akhir. Ada beberapa aspek dari kisah tersebut yang tampaknya tidak selaras dengan bagian kisah lainnya dalam Alkitab. Misalnya saja, apakah ada relasi antara orang yang ada di surga dan di neraka? Bisakah mereka saling melihat satu sama lain dan saling berkomunikasi di antara mereka?

Hal terpenting dari kisah ini, apakah peristiwanya betul terjadi atau hanya merupakan ajaran di baliknya tetap sama. Bahkan walaupun hanya suatu kisah *fiksi, tidak nyata* tetapi pada intinya tetap aktual. Apakah memang Perumpamaan atau tidak, yang jelas bahwa Yesus menggunakan kisah ini untuk mengajarkan bahwa setelah kematian, orang yang tidak tinggal dalam kebenaran akan mengalami pemisahan yang kekal dari Allah.

Lewat Timoteus, rasul Paulus menasihati kita agar: Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup kekal. Kita diingatkan agar kembali kepada sikap hidup benar. Sebab banyak yang menolak Kabar Gembira maka pada gilirannya akan menerima siksaan. Kondisi pada saat itu sudah tidak dapat diubah. Kisah Injil tadi entahkah perumpamaan entah pula memang kisah nyata, tapi yang jelas Yesus hendak mengajarkan tentang keberadaan surga dan neraka, serta tipu daya bagi mereka yang bersandar pada kekayaan materi. Pada akhirnya mereka gagal meraih kebahagiaan surga.

Salam *seroja*, sehat rohani jasmani di Hari Minggu buat semuanya. *Tetap taat menjalankan Prokes*. Jika ADA, Bersyukurlah. Jika TAK ADA, BerDOALAH. Jikalau BELUM ada, BerUSAHALAH. Jikalau masih KURANG Ber- SABARLAH. Jika LEBIH maka BerBAGILAH. Jika CUKUP, berSUKACITALAH. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga anda dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita yang melingkupi hidupmu… Amin🙏🙏🙏🌹✝️🌹🎁🛍️🍇🍇🌽🎉🔥🔥🤝🤝🇮🇩🇮🇩

Pastor Paroki Katedral Kupang

Komentar ANDA?