Sekda Ende: Hasil Sensus Pertanian 2023 akan Digunakan Bupati Ende yang Akan Datang

0
962

NTTSATU.COM —  ENDE —  Hasil Sensus pertanian yang saudara /saudari rekam dari lapangan ini akan digunakan oleh Bupati Ende yang akan datang karena hasilnya paling cepat datanya di publikasikan pada tahun 2025 sehingga Bupati Ende saat itu sudah harus gunakan data hasil Sensus pertanian 2023 untuk perencanaan pembangunan Ende Ke Depan terutama sektor pertanian karena perencanaan tanpa data resmi dari Badan Pusat Statistik akan melenceng dari keadaan sebenarnya.

Oleh karena itu kegiatan ST2023 merupakan momentum ini sangat strategis bagi petugas sensus di lapangan dalam memotret keadaan lapangan terkini terkait pertanian, peternakan, perikanan dan sekaligus kesejahteraan bagi petani dan pembudidaya.

Hal ini disampiakan Sekretaris Daerah Ende DR dr Agustinus G Ngasu M.Kes, MMR mewakili Bupati Ende dalam sambutan pembukaan pelatihan Petugas Sensus Pertanian 2023 di Hotel Flores Mandiri senin 22/05/23 .

Lebh lanjut Sekretaris Daerah Ende DR dr Agustinus G Ngasu M.Kes,MMR berharap seluruh leading sektor, serta Camat selaku pemangku masing-masing wilayah, untuk bisa memberikan akses kemudahan pagi para petugas sensus.

“Hal ini guna memudahkan petugas sensus dalam mendata maupun memverifikasi masyarakat terkait ST2023 agar bisa memotret secara real keadaan pertanian yang ada di Kabupaten Ende,” terangnya.

Menurut Sekretaris Daerah Ende DR dr Agustinus G Ngasu M.Kes,MMR berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Ende Tingkat Pertumbuhan ekonomi kabupaten Ende tahun 2022 terutama sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan merupakan sektor penyumbang andil terbesar pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Ende, sebesar 31,50 persen Sektor pertanian mengalahkan sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang hanya menyumbang sebesar 15,55 persen. Bahkan saat masa pandemi COVID-19 pada tahun 2020 lalu, di tengah perekonomian Ende yang mengalami perlambatan pertumbuhan minus 1,33 persen, sektor pertanian mengalami pertumbuhan positif sebesar 2,49 persen.

Dengan kondisi ini dapat disimpulkan bahwa Sektor Pertanian ini sangat penting dan harus diberikan perhatian khusus. Mengapa begitu? Karena Sektor Pertanian merupakan sumber bahan makanan untuk masyarakat. Sektor ini juga masih menjadi sektor unggulan di sebagian besar wilayah NTT.

Banyak hal yang perluh di perhatikan dalam pelaksanaan ini Tidak hanya timbal baliknya seperti produksi dan harga produk pertanian, tetapi juga tenaga kerja yang berkecimpung di bidang pertanian, seperti profil dan aset usaha pertanian. Usaha pertanian tidak terlepas dari peran saudara-saudara kita yang bertumpu pada sektor ini. Oleh karena itu, penting sekali untuk merancang kebijakan, peraturan, serta keputusan-keputusan untuk membangun sektor ini, tentunya dengan berdasar pada data dan informasi yang tepat dan terarah.

Sensus Pertanian yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Juni – 31 Juli 2023 nanti merupakan sensus pertanian ketujuh yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik. Sensus ini akan menghasilkan data yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk pengambilan kebijakan terkait sektor pertanian, khususnya untuk pemerintah Kabupaten Ende. Beberapa informasi strategis yang dihasilkan oleh ST2023 antara lain adalah struktur demografi petani, nilai produksi komoditas pertanian, potensi kegagalan panen, penggunaan pupuk dan pestisida, keberadaan petani milenial, serta informasi strategis lainnya.

Sementara Kepala Badan Pusat statistik Kabupaten Ende Martinus Tulit Beni SST,M.Si dalam laporan sebagai ketua panitia pelatihan menyampaikan Sektor pertanian merupakan sektor yang dapat memberikan kontribusi pada perekonomian nasional. Fenomena masih terbukanya penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian, tingginya sumbangan devisa yang dihasilkan dari berkembang pesatnya sektor agribisnis maupun penghasil bahan baku bagi industri hilir yang mengolah hasil pertanian, menunjukkan bahwa sektor pertanian dapat bertahan dalam krisis ekonomi.

Bertitik tolak dengan kondisi tersebut, sangat diperlukan ketersediaan data sektor pertanian yang akurat dan terkini yang dapat digunakan sebagai acuan bagi pemerintah maupun stakeholder dalam merencanakan dan merumuskan kebijakan-kebijakan baik untuk kepentingan internal maupun untuk pembangunan nasional.

Martinus pun menjelaskan tujuan dari pelatihan ini memberikan pedoman bagi Petugas Pencacah Lapangan (PPL), Petugas Pemeriksa Lapangan (PML), dan Koordinator Sensus Kecamatan (Koseka) dalam pengumpulan data Sensus Pertanian 2023 juga Menyamakan persepsi petugas lapangan dalam memahami bagaimana melakukan wawancara serta tata cara pengisian daftar yang baik dan benar sesuai dengan konsep definisi dan prosedur yang telah ditetapkan.

Dari hasil yang ingin dicapai dari pelatihan ini menurut Martinus diharapkan dapat menghasilkan: peserta pelatihan yang siap melaksanakan tugas sebagai petugas lapangan yang handal, demi menghasilkan data yang berkualitas
Total Petugas Lapangan Sensus Pertanian 2023 adalah sebanyak 298 orang, terdiri dari Petugas Pencacah Lapangan sebanyak 240 orang Petugas Pemeriksa Lapangan sebanyak 48 orang Koordinator Sensus Kecamatan sebanyak 10 orang .Untuk Gelombang 1 yang saat ini akan dilaksanakan total peserta sebanyak 97 orang. Selain petugas lapangan, pelatihan juga akan diikuti oleh peserta sit-in dari Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan Kabupaten Ende sebanyak 24 orang. (ino)

Komentar ANDA?