Selama Sepekan, Dewa Ruci Diserbu Masyarakat Lembata

0
253
Foto: KRI Dewa Ruci yang selama sepekan berlabuh di Pelabuhan Laut Lewoleba, Lembata

RABU, 07 Desember 2016 sebuah kapal lagendaris milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) benama KRI Dewa Ruci dengan layar tiang tinggi berjenis Barquentine berlabu di Pelabuhan Laut Lewoleba. Penampilan kapal itu memang sangat memukau terutama pada malam hari.

Kapal yang diopersikan TNI Angkatan Laut yang menjadi kebangaan Indonesia berada bersama 20 Kapal Milik TNI lainnya untuk mengawal dan menyemarakkan perayaan Hari Nusantara (Harnus) 2016  di Lembata yang berpuncak pada Selasa, 13 Desember 2016,

Kapal ini memang menjadi “duta bangsa” untuk memperkenalkan kepada dunia bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merupakan negara kepulauan ini memiliki kapal indah dan cantik untuk menggambarkan kepada dunia kalau Indonesia memang indah dan cantik.

Selain sebagai Kapal “Duta bangsa, kapal ini juga digunakan sebagai kapal latih Kadet Akademi Angkatan Laut Indonesia dalam melakukan Kartika Jala Krida.

Ternyata, ada seorang putera Lembata bernama Yoseph Tena sebagai Pemuda Bahari Indonesia tahun 2015 lalu yang mendapat kesempatan mengunjungi KRI Dewa Ruci ketika ditemui di atas kapal tersebut bercerita banyak soal KRI Dewa Ruci i.

Putra asli desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur, Lembata ini menceritakan KRI Dewaruci dibangun di Jerman di galangan kapal HC Stulcken & Sohn pada tahun 1932.

Akan tetapi pembangunan kapal ini tertunda karena kerusakan besar yang dialami galangan kapal tersebut oleh Perang Dunia II. Kapal yang memiliki tiga tiang selesai dibangun pada tahun 1952 dan resmi diserah terimakan pada tanggal 15 Januari 1953 yang mana menjadi hari ulangtahun KRI Dewaruci.

Sejak saat itu kapal ini bermarkas di Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) di Surabaya. Nama dan sosok KRI Dewaruci diambil dari mitos Dewa pewayangan Hindu dalam cerita Mahabarata yang sering dikenal sebagai Dewa keberanian dan kejujuran.

Pada usianya yang sudah legendaris, kapal ini masih tetap beroperasi dan berperan aktif berpartisipasi dalam lomba layar di seluruh Dunia.

KRI Dewaruci telah melaksnaakan pelayaran keliling dunia untuk kedua kali yaitu ditahun 1964 dan 2012.

Masyarakat dunia mengenal KRI Dewa Ruci karena keramah-tamahan awaknya serta semangat juang yang tinggi sehingga sering mendapat predikat juara Best crew and Friendship, dimana menjadikannya disebut Sang Legenda Hidup.

“Salah satunya keunikan Dewa Ruci adalah, sebelum sandar ke dermaga kapal ini biasa memasang para kadet Akademi Angkatan Laut di ketiga tiang yang dimilikinya, dengan menggunakan pakaian khas berwarna biru para kadet melambaikan tanggan ke arah orang-orang yang sudah menunggu di dermaga dan dengan iringan drum band Gita Jala Taruna yang terdengar ketika tiba di dermaga dengan menggunakan kostum yang beraneka ragam”, kisah Yoseph Tena.

Keunikan lain dari KRI Dewaruci, demikian Yoseph Tena adalah pengalaman mabuk laut yang tak akan terlupakan, karena kapal ini mempunyai ukuran yang kecil sehingga membuat goyangan yang dihasilkan ombak menjadi begitu terasa.

“Selain itu dikapal ini juga melakukan ritual mandi katulistiwa yang notabene dilaksanakan semua KRI apabila melewati garis katulistiwa. Maksud dari mandi katulistiwa ini adalah tebus dosa atas segala kesalahan manusia dan mandi katulistiwa ini biasanya mendapat kejutan berupa mandi oli yang tidak pernah terbayangkan oleh orang yang belum tahu tentang tradisi ini”, ungkap Yoseph Tena.

Sekedar informasi KRI Dewaruci merupakan salah satu kapal yang masih menggunakan peralatan keluaran lama namun masih dapat berfungsi dengan baik.

Salah satu contohnya adalah alat komunikasi yang menghubungkan antara anjungan dengan ruang mesin yang berada dibawah dan kemudi kapal yang masih menggunakan setiran bundar ciri khas kapal.

 

Berikut ini bisa diketahu data Kapal kebanggaan Indonesia ini:

Negara : Indonesia
Tipe : Barquentine
Buatan : HC Stulcken & Sohn, Germany 1953
Panjang : 58,30 m
Lebar : 9,50 m
Tinggi Garis Air : 4,50m
Mesin : 1 Disel, 989 HP
Kecepatan Mesin : 9 knots
Kecepatan Layar : 12 knots
Jumlah Layar : 16 layar
Luas Layar : 1091 m2
Lambung Kapal : Besi dan Kayu
ABK : 81 orang
Cadet : 75 orang
Tiang utama diberi nama : Bima
Tiang Tengah : Arjuna
Tiang Buritan (Belakang) : Yudhistira

(*/bp)

 

 

 

 

Komentar ANDA?