Selama Sepekan, Dinas Pariwisata Gelar Aneka Kegiatan di Ende

0
538
Foto: Kadis Pariwisata NTT, Marius Ardu Jelamu (tengah) foto bersama nara sumber dan sejumlah peserta Diskusi Kepariwisataan dalam Ajang Temu Pemasaran Pariwisata Tingkat Provinsi NTT di Ende, Jumat, 01 Juni 2018

NTTsatu.com – KUPANG – Satu lagi kegiatan yang dirancang Dinas Pariwisata Provinsi NTT untuk memberikan nuansa berbeda. Bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Ende mereka menggelar Bulan Soekarno pasca peringatan hari lahir pancasila 1 Juni 2018 dengan pagelaran Seni Budaya hingga tanggal 9 Juni mendatang 2018.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu yang dihubungi, Minggu, 03 Juni 2018 menjelaskan, pentas Senin Budaya dan ekoturisme itu digelar selama sepekan lebih mulai dari tanggal 01 Juni dan akan berakhir tanggal 09 Juni 2018 mendatang.

Kegiatan ini lanjutnya, menampilkan seni dan tari berbagai etnis yang bermukim di Ende, ekoturisme, lomba pidato, dan seminar kebangsaan. Kegiatan ini juga menggandeng Dinas Peternakan Ende untuk melakukan vaksinasi rabies dan kolera di daerah itu.

“Kegiatan ini kita lakukan untuk menanamkan rasa kecintaan anak muda terhadap ekoturisme dengan melakukan treking di Gunung Meja di Ende,” kata Marius.

Dia menjelakan, kegiatan ini bertujuan merawat toleransi dan keberagaman serta mendorong masayarakat belajar tentang sejarah perjuangan bangsa yang diharapkan mempertebal rasa kebanggaan terhadap Tanah Air.

“Bulan Soekarno tidak hanya menyedot wisatawan lokal tetapi juga wisatawan asing. Wisatawan yang datang ke sana, tidak hanya menonton pagelaran seni dan budaya tetapi juga mengunjungi obyek wisata di Ende antara lain Danau Tiga Warna Kelimutu dan Kampung Adat Wolotopo di Kecamatan Ndona dan sejumlah obyek wisata lainnya,” katanya.

Marius mengatakan, saat ini NTT memiliki empat top even wisata yang sudah menjadi branding internasional yakni Parade 1001 kuda sandelwood, festival komodo, tour de flores, festival fulan fehan.

“Kalau ribuan orang berkumpul di satu wilayah seperti yang terjadi pada rangkaian peringatan hari lahir pancasila, dampak ekonomi di masyarakat besar sekali. Karena itu kita terus memperbesar marketing pariwisata dengan memperbanyak even-even di seluruh kabupaten/kota di NTT,” pungkasnya. (bp)

Komentar ANDA?