Seminar Internasional Ikan Paus Digelar Bulan Oktober di Lembata

0
519
Foto: Nelayan Lamalera – Lembata ketika menikam ikan paus (ist)

KUPANG. NTTsatu.com – Menurut rencana, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya RI akan menggelar seminar internasional tentang ikan Paus di Lembata pada bulan Oktober 2016 mendatang.

Asisten Deputi Budaya, Seni dan Olahraga Maritim Kemenko RI, Kosmas Harefa kepada wartawan di Kupang, Kamis (29/9/2016) menjelaskan, peserta seminar ditargetkan akan menghadirkan ahli atau pemerhati lingkungan dari Australia, pengelolah whale watching dari New Zeeland. Selain itu, tokoh adat dan masyarakat Lamalera, pemerintah pusat dan daerah, dan juga berbagai elemen masyarakat lainnya.

“Seminar ikan paus ini dilakukan untuk mengangkat budaya menangkap ikan Paus oleh masyarakat Lamalera, Kabupaten Lembata ke permukaan sehingga bisa diketahui oleh masyarakat dari berbagai belahan dunia manapun,” kata Kosmas.

Kosmas menjelaskannya, aktivitas menangkap ikan paus merupakan kekayaan budaya bahari yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pereknomian masyarakat. Karena itu, budaya tersebut harus tetap dipelihara.

“Berbagai nilai seperti keagamaan, adat, ekonomi, budaya adat dalam tradisi menangkap ikan Paus masyarakat Lamalera harus dilestarikan sehingga bisa menjadi ikon budaya masyarakat setempat. Nilai – nilai tersebut yang menjadi daya tarik masyarakat dari berbagai negara untuk mengunjungi daerah Lamalera,” ungkap Kosmas.

Menurut Kosmas, kegiatan penangkapan ikan Paus tentunya memberi nilai tersendiri bagi masyarakat dan pihak terkait lainnya. Misalkan, dari sisi kebutuhan penelitian ilmiah bisa dilakukan berkaitan migrasi ikan Paus dengan beraneka ragam jenis di perairan. Masyarakat setempat juga memiliki ritual adat khusus untuk penangkapan ikan Paus yang sangat yang unik dan tidak bisa dihentikan.

Semua itu harus dilihat sebagai kekayaan yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan aspek lain seperti pariwisata yang mampu mendatangkan keuntungan bagi masyarakat maupun pemerintah setempat.

Kosmas berharap, dengan mengangkat budaya menangkap ikan paus tersebut, menjadi perhatian masyarakat dunia. Dengan demikian, masyarakat Lamalera dan budayanya menjadi destinasi wisata yang bisa menguntungkan secara ekonomi. Pemerintah pusat saat ini pun tengah gencar mengembangkan potensi pariwisata alam dan budaya masyarakat di berbagai daerah hingga ke pelosok.

“Untuk NTT, tahun ini sudah mendapat juara untuk pariwisata dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia. Bukan tidak mungkin, budaya menangkap ikan Paus ini ke depan menjadi destinasi wisata unggulan di daerah tersebut,” papar Kosmas.

Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTT, Beni Wahon menyampaikan, Pemerintah NTT tentunya mendukung langkah Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya (Kemenko) RI untuk menyelenggarakan seminar internasional tentang ikan Paus.

Diharapkan, budaya ikan Paus menjadi salah satu destinasi unggulan wisata di NTT. Pemerintah NTT pada prinsipnya siap memfasilitasi terselenggaranya seminar internasional dimaksud. (*/bp)

Komentar ANDA?