Seminaris, Anak Emas Kapal Misi

0
1656
Foto: Anak-anak Seminari San Dominggo Hokeng yang selalu dilayani kapan-kapal misi secara gratis

Nodu, Tresi, Siti, Stella, Ratu dan Ama Pendobrak Keterpencilan Misi Fores dan Sunda Kecil

Oleh : Thomas Ataladjar

 

Seminaris,  Anak Emas Kapal Misi (dua)

Namun seiring dengan kemajuan zaman, memasuki abad ke 20 kendala transportasi ini secara perlahan mulai dipatahkan, terutama mulai tersedianya sarana transportasi laut. Hadirnya secara bertahap enam kapal motor di perairan misi Flores dan NTT yakni motor Nodu, Tresia, Siti Nirmala, Stella Maris, Ratu Rosari dan Ama, sungguh sangat membantu mendobrak isolasi kawasan ini.

Saat menjadi siswa Seminari  San Dominggo Hokeng sejak 1965 hingga 1972, kami siswa seminari terbilang “anak emas” misi Larantuka. Betapa tidak. Naik motor laut dari Lewoleba ke Waidoko  atau  sebaliknya, selalu gratis, tidak pernah keluarkan uang sepeserpun. Sesekali hanya mampir sejenak di Waiwerang atau Pamakayo, mengambil teman-teman seminaris asal Adonara dan Solor.

Dan kami juga beruntung bisa menikmati pelayaran dengan semua kapal – kapal motor misi itu, dari  “Nodu” yang tertua usianya hingga yang terakhir. Sarana transportasi laut ini sangat berjasa bagi aneka pembangunan fisik gerejani di Nusa Tenggara Timur umumnya dan Flores khususnya.

Bagaimana  kisah kapal-kapal motor yang begitu  berjasa membuka keterpencilan Flores, Lembata,  Adonara, Solor, Alor, Oekusi, Sumba Timor dan tepat  lain di NTT?

 

Dewa Thor Norwegia, ”Dibaptis”Jadi Nodu.

Adalah Mgr Petrus Noyen,SVD. Perfektur Apostolik pertama Kepulauan Sunda Kecil ini, pada tahun 1920 membeli sebuah sekoci kecil  bermotor dari kapitein Kock, seorang penyelam mutiara asal Norwegia. Sekoci kecil berukuran panjang 8 m dengan lebar 1,5 m ini saat dibeli masih menyandang nama “Thor”, dewa yang dihormati oleh bangsa Norwegia. Dalam mitologi Nordic  ( negeri2  Scandinavia seperti Norwegia,Denmark dan Islandia), Thor berarti Si Janggut Berambut Merah”, sosok dewa Dewa Petir yang sangat dihormati dan dipuja-puja sebagai pahlawan yang maha kuat. Thor adalah putera dari Dewa Odin dan raksasa Jord.

Setelah  dibeli misi katolik, nama Thor  “dibaptis” menjadi “Arnoldus”, dengan panggilan akrabnya motor “Nodu”,  diambil dari nama bapak pendiri Serikat Sabda Allah, (Societas Verbi Divini,SVD), Pater Arnoldus Janssen,SVD.

Motor Arnoldus ini digerakkan dengan sebuah motor namanya  gloeikapmotor. Sebelum kapal itu digerakkan, gloeikpo itu harus dipanaskan dengan bantuan sebuah kompor sampai merah, kemudian dengan sedikit bim salabim, abracadabra, motornya mulai berputar-putar. Ada petugas khusus yang piawai  menangani  tugas khusus ini namanya Suban,yang dipelajarinya dari padri-padri Yesuit.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang kian maju, pada tahun 1932, misi katolik Larantuka memesan sebuah motor Arnoldus yang baru dari Surabaya  dengan body lebih luas sedikit serta mesin  yang lebih kuat.

Saat masa pendudukan Jepang,  motor Nodu alami kerusakan. Orang Jepang memasang mesin yang baru di dalamnya menggantikan yang lama, lantas lenyaplah motor Nodu dari perairan  Larantuka, entah ke mana. Baru pada 1947 Pater Simon Buis, pastor di Denpasar menemukan motor Nodu sedang berlabuh di pelabuhan Benoa, Bali. Akhirnya dengan lampiran sebuah surat dari Mgr.H.Leven SVD, Pastor  Simon Buis berhasil meyakinkan penguasa di Benoa, bahwa motor  itu adalah  milik misi Larantuka yang hilang di masa pendudukan Jepang. Akhirnya di penghujung 1947, Motor St.Theresia  tiba di Benoa lalu menarik adiknya ”Nodu“ ini, kembali ke Larantuka. Dua tahun kemudian, 1949,  motornya diganti dengan sebuah motor Kromhout  Diesel.

Motor Nodu yang mungil ini, telah melakukan banyak pelayaran bersama bruder Didymus, Br.Wilibrordus dan  Br.Fransiskus di perairan dioses Larantuka dan hanya sekali ke Ende. Sejumlah nama yang patut dikenang selama beroperasinya motor Nodu ini antara lain Om Mige, Om Liko, Muli, Gejo dan lain-lain.

Seiring dengan munculnya motor-motor laut yang kian banyak dan lebih maju teknologinya, Nodu akhirnya pensiun total dari masa pelayanannya yang begitu panjang. (bersambung)

Komentar ANDA?