Semoga Mereka Semua Menjadi Satu. Aku di Dalam Engkau, dan Engkau di Dalam AKU.

0
765

Oleh: Rm Ambros Ladjar,

Minggu Paska VII, 29 Mei 2022. *Minggu Komsos ke 56*
Bacaan. Kisra 7: 56-60 dan Wahyu 22: 12-14, 16-17,20 dan Injil  Yoh 17: 20-26.

Kita biasa mendengarkan kata peribahasa klasik. *Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh*. Tak lain makna dari pesan ini bahwa apapun pekerjaan akan berhasil apabila dilakukan secara bergandengan tangan atau bersama-sama. Sebaliknya jika sendiri-sendiri berusaha maka akan sulit terwujud apa yang menjadi harapan. Sebab dengan bersatu orang merasa lebih erat ketimbang kalau terpecah belah.

Ketiga bacaan suci hari minggu akhir masa Paska ini menginspirasi kita bagimana harus berlaku sebagai orang beriman. Stefanus martir yang menjadi korban keganasan bringas massa masih sempat ia doakan mereka. Sejatinya dia merasa tersentuh untuk mendoakan orang yang melihat sesama yang lain sebagai musuh. Mereka yang tak bersahabat itu sungguh tak paham akan hakekat hidup sehingga harus memandang cara hidup Yesus yang penuh damai dan bersahaja.

Dalam Doa Yesus yang sangat terkenal untuk para murid, DIA arahkan kita untuk menjadikannya pola kesempurnaan hidup. Sebab relasi hidup Yesus dan Bapa-Nya sudah terjalin baik. Dari sebab itu kita selaku Gereja, sebagai persekutuah hidup perlu mencontohinya. Karena kadang kita selaku orang perorangan cendrung mengikuti gayanya yang tak sesuai. Rasul Paulus secara konkrit mengibaratkan dengan tubuh yang memiliki banyak anggotanya sebagai satu kesatuan. Kekurangan satu dua unsur maka akan terasa pincang. Demikian pun halnya dengan kita manusia yang mengikuti kecendrungan dirinya.

Gereja atau kita sekalian perlu tetap mempersatukan diri dengan Krsitus. Bukan hanya ingin menunjukan kekompakan atau keserasian melainkan Persatuan yang mencerminkan kehidupan Allah Tritunggal. Itu berarti
kita diharapkan Tuhan Yesus mampu membangun relasi yang berjejaring sehingga komunikasi tetap normal berjalan. Jika hidup kita terinspirasi oleh kehidupan Allah maka akan bermakna untuk semua orang.

Hari ini juga merupakan minggu terakhir masa Paska. Kita semua diundang untuk terus menerus berusaha mencapai persatuan cinta kasih sempurna dengan Tuhan yang membahagiakan. Hari juga dikenal sebagai Hari Komunikasi Sosial (Komsos) se dunia ke 56. Temanya: MENDENGARKAN DENGAN TELINGA HATI. Dalam pesan ini, Paus mengajak kita untuk merenungkan bahwa mendengarkan tidak hanya melibatkan indra pendengaran tapi lebih dari pada itu adalah hati.

Sekiranya setiap pribadi kita berusaha untuk saling mendengarkan secara sadar maka mudah membuka relasi yang benar. Relasi yang sejati itu adalah dasar dari hubungan antara kita dengan Tuhan. Dengan pendasaran relasi Trinitaris yang mesra, aman dan damai maka memungkinkan kita juga saling mendengarkan dengan segala rendah hati. Pada akhirnya juga kita dapat termotivasi untuk membangun rasa persatuan yang saling mengasihi dalam kebersamaan. Sudahkah kita dalam keluarga saling mendengarkan dengan telinga hati kita?

Salam sehat di Hari Minggu buat semuanya. *Tetap taat menjalankan Prokes*. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga kita masing-masing dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita yang melingkupi hidupmu… Amin🙏🙏🙏🌹✝️🌹🎁🛍️🍇🌽🔥🤝🤝🇮🇩🇮🇩

Komentar ANDA?