Semua Pengungsi Ile Lewotolok Sudah Kembali ke Kampung

0
333
Foto: Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday menyaksikan seremoni adat yang dilakukan para pengungsi yang siap kembali ke kampung halamannya masing-masing.

NTTsatu.com – KUPANG – Sejak kemarin, Jumat, 27 Oktober 2017, semua pengungsi bencana gempa bumi Ile Lewotolok yang selama 17 hari tinggal di tempat penampungan rumah jabatan bupati Lembata semuanya sudah kembali ke kampung halamannya masing-masing.

Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday dalam rilisnya yang dikirim melalui pesan whatsApp dan diterima redaksi media ini, Kamis, 27 Oktober 2017 malam menjelaskan, kalau lokasi penampungan pengungsi di rumah jabatan bupati Lembata sudah kosong.

Foto: Para pengungsi bencana gunung Ile Lewotolok yang sedang siap untuk diberangkatkan dengan berbagai angkutan yang disiapkan Pemkab Lembata

“Atas nama pemerintah kabupaten Lembata, kami menyampaikan terima kasih atas kerjasamanya selama bencana gempa bumi melanda lembata secara umum dan Ile Lewotolok secara khusus. Pada kesempatan ini kami menyampaikan bahwa sejak hari ini (Kamis, 27/10/2017, red), tepat pkl. 11.00 wita, para pengungsi dari tiga desa, yaitu Lamagute sebanyak 117 KK dengan jumlah jiwa 354 orang, Waimatan sebanyak 79 KK dengan jumlah jiwa 276 orang, dan dusun 1 desa Waimatan sebanyak 20 KK dengan jumlah jiwa 71 orang sehingga totalnya sebanyak 701 orang, atas kemauan sendiri, telah kembali ke kampung masing-masing,” tulis wabup Thomas.

Dijelaskannya, Pemda Lembata dan Forkopimda serta organisasi masyarakat sipil terkait tetap melakukan pendampingan sampai kegiatan relokasi dilakukan.

Foto: “Bekal” bagi para pengungsi dari berbagai pihak yang peduli terhadap korban bencana ini Akan dibawa ke kampung masing-masing

“Sekali lagi, Pemda Lembata pada kesempatan ini menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang dengan caranya sendiri telah mengambil bahagian dalam meringankan beban, menghibur dan meneguhkan masyakat kami selama 17 hari di posko penampungan rumah jabatan Bupati Lembata. Puji syukur kepada TUHAN dan Leluhur Lewotana Leuauq bahwa peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, luka parah, sakit dan penyakit yang membahayakan,” ungkapnya. (bp)

Komentar ANDA?