Setelah Penetapan DPT, KPU Akan Mulai Tender Pengadaan Surat Suara 

0
278

NTTsatu.com – Sesuai jadwal dan tahapan Pilkada di Daerah NTT tahun 2018, tanggal 18-19 April 2018 akan ada penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di tingkat Kabupaten sedangkan di tingkat Provinsi akan dilakukan pada tanggal 20-21 April 2018. Setelah itu akan dilakukan tender pengadaan surat suara.

Juru bicara KPU NTT, Yosafat Koli, mengatakan, jadwal dan tahapan tetap berjalan sesuai dengan proses yang ada dan besok tanggal 18 dan 19 april,  ditingkat kabupaten/kota akan di lakukan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan di tingkat Provinsi pada tanggal 20-21 april 2018.

Menurut Yosafat, setelah penetapan DPT tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi maka KPU akan mulai tahapan Pilkada selanjutnya yakni pengadaan surat suara,  untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati di 10 Kabupaten yang akan diselenggarakan pada tanghal 27 Juni mendatang.

“Kami bisa tender untuk pengadaan Surat suara dan dokumen lainnya setelah penetapan DPT sehingga jelas data pemilih yang akan ikut berpartisipasi dalam Pesta demokrasi tersebut,” tuturnya.

Selain penetapan DPT dan persiapan debat putaran ke dua, KPU juga melakukan persiapan pagelaran budaya secara Nasional pada tanggal 21 April mendatang.  Pagelaran budaya tersebut dirancang oleh KPU sebagai simbol demokrasi karena Budaya membawa misi tentang demokrasi sehingga pada saat pagelaran budaya akan disertakan dengan sosialisasi tentang pemilu.

Menurutnya, dalam konteks budaya di seluruh Indonesia semua mengakomodir simbol-simbol demokrasi. Di NTT sendiri akan dilakukan pangelaran budaya dua tarian khas NTT yakni Padoa dari daerah Sabu Raijua dan tarian Lego-lego dari daeran Alor.

“Seluru tarian di NTT menggambarkan demokrasi dan saling menyatukan, sehingga dengan simbol dari dua tarian tersebut mengandaikan pemilihan dan perbedaan disenandungkan akan menciptakan kondisi yang baik. Perbedaan-perbedaan itu bisa disatukan dalam tarian yang akan kita bawakan pada pagelaran budaya nantinya,” imbuhnya.

Lanjutnya, masyarakat diajak  melestarikan budaya peduli tentang budaya, masyatakat juga diharapakan berpartisipasi aktif untuk ikut dalam pesta demokrasi nantinya dengan memastikan namanya terdaftar dalam Daftat Pemilih Tetap (DPT).

“Beda pilihan boleh, namun kita tetap satu dalam memyukseskan pemilu mendatang,” harapnya. (ambu)

 

Foto:  Empat komisioner KPU NTT mengenakan motif daerah khas NTT sebagai simbol demokrasi

Komentar ANDA?