Sikka Dihantui Begal, Rampok dan Bunuh, 2 Orang Tewas di Tempat

0
402

NTTsatu.com – MAUMERE – Kabupaten Sikka seperti sedang tidak aman. Kasus kriminalitas tengah menghantui daerah yang belakangan ini sedang bergeliat dengan politik. Dalam sehari saja, Kamis (26/4), terjadi aksi begal, rampok dan pembunuhan pada empat lokasi. Dua orang dinyatakan tewas di tempat akibat pembunuhan.

Kamis yang sadis ini diawali aksi begal di jalan negara Maumere-Ende, persisnya di sekitar Desa Korowuwu Kecamatan Lela, sekitar pukul 02.00 Wita. Korbannya adalah Wilibordus Kasian alias Stoner bersama istrinya Henderika Wohe. Pasangan suami istri ini sempat terluka karena mendapatkan sabetan parang dari pelaku yang bersepeda motor.

Untung saja setelah Stoner dan istri terkatuh ke dekat lerang jalan, pelaku langsung berbalik arah dan melarikan diri. Hingga kini pelaku belum diketahui. Korban akhirnya memnta bantuan warga untuk diantar ke BLUD TC Hillers pada dini hari. Kasus ini tengah diselidiki Polsek Lela.

Setelah itu pagi hari di saat matahari baru menampakkan wajah, terbetik kasus pembunuhan di Dusun Detunggawa Desa Done Kecamatan Magepanda. Dia dibunuh di rumahnya oleh seorang pelaku, DA, yang berlamat di Dusun Rategulu Desa Magepanda Kecamatan Magepanda. Pelaku langsung menyerahkan diri ke Pospol Ndete.

Menurut Kapolres Sikka Rickson PM Situmorang kasus ini terkait jual beli tanah antara pelaku dan korban. Pelaku tidak menerima sikap korban yang hanya mau menandatangani surat jual beli tanah 30×20 meter persegi, padahal pelaku meminta korban menandatangani surat jual beli tanah seluas 30×37 meter persegi.

Sekitar pukul 10.00 Wita terjadi aksi perampokan tas gantung di ruas jalan dekat lokasi penjualan bambu di Pasar Alok Maumere. Korbannya adalah seorang perempuan, aparatur sipil negara (ASN) pada BLUD TC Hillers Maumere. Warga yang mengetahui periatiwa ini langsung mengejar pelaku.
Pelaku akhirnya memutuskan membuang tas gantung ke halaman rumah penduduk. Tas gantung beserta dokumen yang ada di dalamnya dapat diselamatkan, namun hingga kini pelaku perampokan masih misterius.

Belum selesai tiga kasus ini, tiba-tiba pada pukul 18.30 Wita terungkap kasus pembunuhan di Biket Dusun Liangwo Desa Aibura Kecamatan Waigete. Korbannya adalah Simon Subu, seorang kakek berusia 71 tahun. Setelah membunuh, pelaku sempat melarikan diri, dan bersembunyi di sana. Pada Jumat (27/4) pagi, pelaku menyerahkan diri ke Kantor Polsek Waigete.

Dari keterangan pelaku diketahui, pelaku mengakui dipengaruhi arwah keluarga untuk menghabisi nyawa korban. Pelaku menggunakan sebilah parang, untuk berkali-kali membacok kepala, tangan kanan dan leher korban. Parang yang digunakan pelaku telah dibuang ke hutan, dan kini sedang dalam proses pencarian oleh aparat kepolisian.  (vic

 

Foto: Kapolres Sikka Rickson PM Situmorang;

Komentar ANDA?