Siswa Keracuan, Polisi Periksa Kepsek Lambert Hurek

0
146
Foto: Lambertus Hurek, Kepala Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamora Kupang

NTTsatu.com – KUPANG – Penyidik Polres Kupang Kota telah memeriksa, Lambertus Hurek,  Kepala Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamora Kupang pasca insiden 27 siswa yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan yang disediakan pihak sekolah.

“Kami sudah periksa tiga orang diantaranya, kepala sekolah, tukang masak dan penjaga sekolah,” ujar Kasat  Reskrim Polres Kupang Kota, AKP Alnofriwan Zaputra di Kupang, Sabtu (16/9/2017).

Saat ini polisi masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi NTT.

“Kita tunggu hasil pemeriksaan BPOM, jika ada unsur keracunan maka kita akan dalami pemeriksaannya,” kata AKP Alnofriwan.

Kepala Sekolah SKO, Lambert Hurek mengaku sudah diperiksa polisi.  Menurut Lamber, makanan yang disajikan untuk siswa disediakan oleh pihak ketiga dan diolah sendiri oleh tukang masak di sekolah.

Dia juga membantah bahwa sebelumnya siswanya juga pernah mengalami keracunan.

“Ini kejadian pertama, selama ini tidak pernah ada kejadian seperti ini. Memang sebelumnya ada dua siswa dilarikan ke rumah sakit tetapi karena terserang lambung bukan karena keracunan  makanan,” kata Lambert, Sabtu (16/9/2017).

Dia menambahkan, sebagian siswa terkena sakit lambung bukan karena pihak sekolah lambat memberi makan, namun kelalaian siswa itu sendiri.

Saat ini, menurut Lamber, dari 16 siswa yang dirawat di rumah sakit, lima diantaranya sudah dipulangkan.

“Ada 28 yang kena, hari pertama, 11 dipulangkan usai pemeriksaan dan 17 dirawat insentif. Sekarang lima sudah diperbolehkan pulang sehingga masih sisa 12 siswa,” imbuh Lamber.

Sebelumnya, sebanyak 28 siswa Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamora Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan yang disediakan pihak sekolah, Jumat (15/09/2017) sekitar pukul 9.00 Wita.

Usai makan, puluhan siswa tersebut muntah-muntah. Pihak sekolah kemudian melarikan para siswa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. (*/bp)

Komentar ANDA?