Skenario Gagalkan Ahok Nyalon Pilgub DKI

0
138

JAKARTA. NTTsatu.com – Tujuh pengurus partai politik tingkat provinsi DKI Jakarta mendeklarasikan diri berkoalisi dalam Pilgub DKI 2017. PDIP, Gerindra, Demokrat, PKB, PAN, PPP dan PKS bergabung untuk melawan bakal calon petahana Basuki T Purnama alias Ahok.

Kontestasi politik di Pilgub DKI pun kian menarik. Saling lempar isu, menyerang terjadi antara parpol pendukung Ahok yakni Golkar, NasDem dan Hanura dengan parpol koalisi kebersamaan yang tak ingin Ahok kembali jadi orang nomor satu di Jakarta.

Isu menarik langsung dilontarkan oleh Plt Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Bambang DH. Menurut dia, Ahok belum tentu bisa mencalonkan diri di Pilgub DKI Jakarta. Bukan tanpa sebab, menurut dia, bisa saja partai pendukung Ahok seperti Golkar, NasDem dan Hanura berubah pikiran.

“Maju enggak? Sudah ada kepastian belum? Ini nanti tergantung sama tiga partai politik yang sudah dukung,” ujar Bambang usai menghadiri deklarasi koalisi di Pilgub DKI 2017, Jakarta, Senin (8/8).

Meski tak mengungkap akan merayu partai pendukung Ahok untuk berkhianat, Bambang mengatakan, bisa saja tiga partai pendukung Ahok itu merubah haluan ikut koalisi kebersamaan. Dengan demikian, kursi minimal ikut Pilgub DKI buat Ahok tidak memenuhi syarat di KPUD DKI.

Sementara pendaftaran melalui jalur independen sudah ditutup. Bisa saja, ini menjadi skenario koalisi kebersamaan untuk menjegal Ahok.

“Kalau satu partai ikut kami, bagaimana? Untuk DKI Jakarta ini kan butuh 22 kursi,” ucapnya.

Mendengar hal itu, Ahok hanya menanggapi santai. Bahkan dengan nada bercanda, Ahok menilai bisa saja Golkar membelot. Dengan demikian, semua partai senang jika dirinya tak bisa mencalonkan diri sebagai gubernur DKI.

“Kalau belot enggak ikut, ketipu dong. Ketipu berarti, enggak bisa ikut. Seneng dong semua. Banyak yang seneng kalau gua enggak ikut kampanye kan. Langsung turun tuh tensi ketegangan Pilkada DKI. Panasnya jadi adem. Langsung adem dong,” katanya.

Meski demikian Ahok yakin jika partai pendukungnya tidak akan membelot. Menurut dia, komitmen tiga partai sudah kuat untuk bersama memenangkan Pilgub DKI yang digelar pada Februari 2017 mendatang.

Sementara itu, Golkar memastikan tidak akan ada upaya skenario membelot untuk mengagalkan pencalonan Ahok. Komitmen mendukung Ahok dilakukan secara resmi dan ditandatangani oleh ketua umum serta sekjen tiga partai pendukung.

“Koalisi Golkar-Hanura-NasDem-Teman Ahok solid. Surat dukungan resmi dari 3 parpol, di tanda tangani ketum dan sekjen, resmi. Sudah kami serahkan semua ke Bung Ahok,” kata Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi.

Fayakhun menegaskan, pihaknya tidak akan membelot dan menarik dukungan terhadap suami Veronica Tan itu. Sebab, jika pihaknya berubah haluan dan merapat ke koalisi 7 parpol, maka akan menimbulkan opini buruk publik kepada Golkar. (merdeka.com)

Komentar ANDA?