SMA Keberbakatan Olahraga Hadir di Lewoleba

0
118
Foto: Sinun Petus Manuk Saat menyerahkan surat Surat Izin Operasional SMA Keberbakatan Olahraga San Bernadino Lewoleba

NTTsatu.com – LEWOLEBA – Mulai tahun ajaran 2017/2018, SMA Keberbakatan Olahraga San Bernardino akan mulai beroperasi di Lewoleba, Ibu kota Lembata.

Sekolah ini hadir dengan Surat Izin Operasional dari Dinas Pendidikan Provinsi NTT No 421/5004/Pend/2-17 yang diserahkan langsung oleh Kadis Pendidikan NTT, Drs Sinun Petrus Manuk, di hadapan 100 tokoh sesepuh Lembata pada Kamis, 8 Juni 2017.

Selanjutnya SMA  Keberbakatan Olahraga Swasta pertama di Indonesia mengikuti gaung yang dicanangkan Jokowi untuk meningkatkan prestasi olahraga di Indonesia. Target pemerintahan Jokowi akan mendirikan Sekolah Keberbakatan Olahraga Negeri di tiap provinsi. Hingga saat ini baru 14 provinsi yang memilikinya termasuk NTT.

Sementara itu SMA Keberbakatan Olahraga Swasta merupakan terobosan pertama di Indonesia dan dilaksanakan di Lewoleba Lembata.

Manuk ktika menyerahkan surat Ijin Operasional sekolah ini menegaskan, Sekolah Keberbakatan olahraga hanya bisa sukses atas kerjasama apik antara pemerintah dan swasta.

“Inilah model kerjasama yang sangat penting. Masyarakat memiliki inisiatif sebagaimana ditunjukkan oleh Yayasan Koker Niko Beeker, tetapi selalu dalam koordinasi dengan pemerintah untuk menyukseskan prestasi anal-anak bangsa,” katanya.

Selain itu Manuk mengingatkan agar melalui olahraga dapat ditanamkan nilai-nilai sportif. “Menjadi olahragawan bukan saja tahu menendang bola, tetapi terutama memiliki akhlak mulia. Menjadi atlit adalah pertama-tama sikap dan bukan hanya fisik,” lanjutnya.

Saat diwawancarai, Ketua Yayasan KOKER NIKO BEEKER, Robert Bala, M.A., Dipl,  mengatakan bahwa sosialisasi telah dilaksanakan ke semua SMP di seluruh Lembata. Telah terdata 300 siswa yang ingin menempun pendidikan di Sekolah Keberbaktan ini namun Yayasan hanya akan menerima 150 siswa terbaik.

 

Fokus Atletik

Pembina dan pendiri Yayasan, Wilem Lodjor yang juga pemiliki Lembata King Boxing Jakarta mengatakan, sebagai sebuah ciri khas SMA Keberbakatan Olahraga Lembata  akan fokus pada Atletik.

Alasannya, atletik adalah ibu semua cabang olahraga. Dari atletik akan dikembangkan sesuai minat dan bakat siswa entah ke renang, tinju, bola kaki, volley, basket, dan jenis olahraga lainnya.

Optimisme yang sama diungkapkan Damianus Dai Koban, M.Pd. Wakil Yayasan tersebut. Dia mengatakan, orang Lembata sangat menonjol dalam bidang atletik. Mereka terbiasa jalan kaki, berburu, yang bila dikembangkan dapat lahir atlit. Da berharap Lembata bisa jadi ‘Etiopianya’ Asia, rahim darinya lahir pelari nasional maupun internasional.

Paulus Doni Ruing yang juga pembina Yayasan pada gilirannya menambahkan bahwa untuk menambah antusiasme dalam bidang atletik, dalam waktu dekat akan dilaksanakan Lomba lari 10 K dari Hadakewa ke Lewoleba. Perlombaan ini akan sekaligus menghadirkan pelari internasional Eduardus Nabunome untuk sekalgius merancang upaya memecahkan 16 rekor tak terkalahankan dari Eduardus.

Nabunome sendiri sejak awal sudah bekerjasama dengan Yayasan KOKER NIKO BEEKER untuk memberikan wadah yang kuat bagi pengembangan olahraga di Lembata.

Sebelum SMA Keberbakatan Olahraga didirikan, Yayasan KOKER NIKO BEEKER telah secara kontinyu menghadirkan olahragawan nasional maupun internasional seperti Elyas Picall, Chris John, dan tidak lama lagi Eduardus Nabunome. Semuanya merupakan sebuah pembelajaran langsung agar anak-anak muda termotivasi untuk dapat mengembangkan diri secara sehat dalam bidang olahraga dan bukan ke hal-hal negatif.

Foto: Para Pengelolah SMA Keberbatakan Olahraga San Bernadino foto bersama Kadis Pendidikan NTT, Sinun Petrus Manuk

Kolaborasi Lewotana – Lewopana.

Proses pendirian SMA Keberbakatan Olahraga, demikian Kristina Tere Pukay, merupakan sebuah proses panjang. Diawali dengan perayaan Emas martir P. Henricus Conrardus Beeker pada tahun 2006, disusul perayaan emas Imamat P. Nicholas Strawn SVD 2012, serta perayaan Emas SMP Lerek 2015, putera dan puteri asal Atadei menyadari bahwa niat dan dasar yang telah ditanamkan pendahulu harus dikembangkan.

Dengan kekuatan nilai adat (Koker) dan nilai persatuan (P. Niko) serta gebrakan kewirausahaan dari Pater Beeker, maka inisiatif itu segera disambut semua putera-puteri Lembata di tana rantau untuk mewujudkan sebuah Yayasan pada tanggal 31 Oktober 2016 dengan Akte Notaris 01 tanggal 03 November 2016 dan KepMenJumHam RI no AHU 0045938 AH 01 Tahun 2016.

Yayasan yang berpusat di Jakarta dan telah memiliki cabang di Lewoleba mendasarkan 5 Nilai sebagai acuan yakni: Kejujuran, Komitmen, Kepedulian, Kontribusi, dan Kolaborasi. Dengan tekad itu, Yayasan Koker berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas dalam bidang olahraga.

Hal senada ditekankan Niko Hukulima Lejab sekretaris Jenderal Yayasan. Bagi Hukulima, dengan banyak ide gemilang dapat dilakukan sejauh nilai-nilai dasar ini dapat dihidupi dan dikembangkan tidak saja di Yayasan tetapi harus juga menyata dalam kehidupan bermasyarakat di Lembata.

Untuk target ke depan. Ketua Cabang Koker Lembata, Yosef C Pati Lajar menyakinkan bahwa SMA Keberbakatan Olahraga akan menjadi sebuah kombinasi yang baik antara putera puteri di lewopana dan putera dan puteri Lewotana. Model kerjasama dan kolaborasi ini akan menjadi sebuah role model untuk pengembangan pendidikan di Lembata.

Sementara itu Marsel Lidun Tolok, Kepala SMA Keberbakatan Olahraga San Bernardino menambahkan bahwa pendidikan akhlak dan moral akan sangat diprioritaskan di sekolah ini. Menjadi atlit tidak saja pintar olahraga, bisa bermain bola, bisa berlari tetapi terutama adalah akhlak. Seorang atlit adalah orang yang sangat menonjol dalam bidang moral dan menjadi contoh dalam sebuah hidupan remaja yang sehat. (*/bp)

Komentar ANDA?