Soal Ratna Sarumpeat, Petrus Bala Pattyona Tantang BKH

0
843
Foto: Petrus Bala Pattyona, Pengacara asal Lembata, menetap di Jakarta dan sering bersidang di MK

NTTsatu.com – KUPANG – Kisah kebohongan Ratna Sarumpeat sudah terbuka lebar. Muncul berbagai masalah termasuk reaksi Mantan Calon Gubernur NTT, Benny Kabur Harman ( BKH). Cuitan mantan anggota DPR RI dari Partai Demokrat ini ditanggapi pengacara asal Lembata, NTT dan juga dosen di Jakarta, Petrus Bala Pattyona. Berikut dimuat lengkap tanggapan Petrus.

*Yth. Bapak Dr. Benny K. Harman, SH, MH*

Cuitan Bapak yg beredar di Medsos dalam kaitan penganiayaan Ratna Sarumpaet yang ternyata tak ada peristiwa pidana Penganiyaan dan Bapak menilai Presiden Jokowi *diam* dengan  tiga analisa tanpa data, fakta, keterangan apapun sehinggah berkesimpulan Presiden diam karena, ini perkara kecil, Presiden diduga memelihara preman dan diduga kuat meninju Ratna S dan Preman-preman tersebut  adalah suruhan Presiden.

Tahukah Bapak untuk urusan kriminal sudah ada lembaga-lembaga Penegak Hukum yang menangani?.

Tahukah Bapak kesibukan Presiden yang luar biasa menangani bencana gempa di Palu Donggala dsk nya? — ini utk tuduhan *Diam*.

Utk tuduhan masalah RS masalah kecil, tahukah Bapak begitu banyak empati yang sudah mengalir ke RS sebelum terbongkar kebohongannya sehingga Presiden menilai biarlah masalah ini ditangani oleh pihak-pihak yang berkompeten. Bukan lebih diutamakan lebih 1400-an korban gempa dan jumlah tersebut  mungkin terus bertambah?.

Tuduhan Bapak Presiden memelihara Preman dan Preman-preman tersebut meninju RS. Apa ada bukti-bukti berupa data, info atau keterangan apa dari siapa, kapan disampaikan kepada Anda, dimana disampaikan, apa/bagaimana kronologis nya dan kalau ada data-data tersebut, sudahlan  terkonfirmasi , karena bukankah Bapak sebelum terjun di Politik pernah menjadi wartawan hukum yang diawali di LBH Jkt, saat itu tahun 1987 saya juga g sebagai Volunteer Lawyer di LBH Jakarta dan Bapak sebagai  pegawai Yayasan LBH Jakarta dengan  Ketua Abdul Garuda Nusantara (Alm.) dan lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perpustakaan, tempat kliping koran-koran. Pada waktu itu ada juga Rekan Paul S. Baut?

Bapak katakan Presiden menyuruh Preman-preman, siapa Preman-preman  itu, dimanakah Preman-preman itu, dimana Preman-preman itu disuruh, kapan Preman-preman itu disuruh, siapa menyaksikan Preman-preman  itu disuruh Presiden.

*Tolong jelaskan semua pertanyaan saya tentang  ketiga hal yang Bapak twitt agar saya tidak berkesimpulan Analisa Bapak ngawur, prematur, tanpa data, tak bermutu, penuh kebencian, hoax, dan menimbulkan perpecahan, permusuhan, keresahan sosial di masyarakat*

Setelah dua kali   gagal jadi gubernur NTT,  kajian, analisa Bapak kurang cerdas bahkan terkesan frustrasi karena  apapun yanf dilakukan Pemerintah di mata Bapak selalu salah dan tak ada nilai positif.

Tolong jelaskan ke publik sebelum antipati masyarakat tertuju kepada Bapak apalagi di Peleg yang akan datang, Bapak tetap Caleg 2019 di Dapil NTT 1 dari Partai Demokrat.

Salam hormat
Dari: Petrus Bala Pattyona SH MH.

Komentar ANDA?