Status Ile Lewotolok Level III, Pengungsi Mulai Dipulangkan

0
736

NTTsatu.com — LEMBATA — Ribuan warga terdampak erupsi gunung Ile lewotolok asal kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur hari ini Minggu (03/01/21) mulai dipulangkan pemerintah kabupaten Lembata ke kampung halamannya masing-masing.

Pemulangan warga di dua kecamatan ini dilakukan di tengah status gunung Ile lewotolok masih dalam level III (Siaga), setelah dievakuasi akhir November lalu serta seiring berakhirnya masa tanggap darurat II pada 2 Januari kemarin.

Berdasarkan laporan petugas pos pemantau gunung api Ile Lewotolok tanggal 3 Januari 2021 pukul 08.30 WITA , gunung Ile Lewotolok kembali mengeluarkan erupsi dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.000 meter di atas puncak (± 2.423 m di atas permukaan laut).

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi ± 1 menit 10 detik”, tulis petugas pada pos pemantau seperti diterima media ini.

Dijelaskan, hingga saat ini gunung Ile Lewotolok masih berada pada status siaga Level III sehingga masyarakat dihimbau untuk tidak beraktifitas pada radius 3-4 KM dari puncak gunung.

“Masyarakat di sekitar gunung Ile Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok dan di dalam area sektoral di arah Tenggara sejauh 4 km dari puncak G. Ili Lewotolok hingga ke pantai,” jelas laporan tersebut.

Pantauan media ini, sejak pukul 10.00 WITA para pengungsi di berbagai posko mulai beranjak ke kampung halaman difasilitasi oleh Pemkab dan pemerintah desa masing-masing.

Kalak BPBD Lembata, Thomas Tip Des Lelangrian, dalam rapat evaluasi pada Sabtu (02/01) menjelaskan, proses evakuasi dimulai Sabtu siang hingga hari ini, Minggu (03/01), paling lambat Pukul 16.00 WITA.

“Kita telah berkoordinasi untuk mobilisasi kepulangan para pengungsi dengan fokus utama pada 15 Desa selain Desa Jontona, karena sesuai rekomendasi PVMBG bahwa Desa Jontona masih berpotensi terdampak erupsi karena berada dalam radius 4 Km dari puncak ke arah tenggara”, terangnya.  (*/gan)

Komentar ANDA?