STFK Ledalero Kembali Cetak Sarjana dan Magister

0
176

NTTsatu.com – MAUMERE – Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero Maumere, Flores, Sabtu, 28 April 2018 mewisuda 119 Sarjana Filsafat Periode II Tahun Akademik 2016/2017 dan 46 Magister Teologi Tahun Akademik 2016/2017 bertempat di Aula St. Thomas Aquinas Ledalero.

Rangkaian upacara Rapat Senat Terbuka Luar Biasa ini dipimpin langsung oleh Ketua STFK Ledalero, P. Drs. Bernard Raho, SVD, M.A dan didampingi oleh sejumlah anggota senat dosen. Hadir dalam rangkaian kegiatan wisuda ini Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi NTT, Asisten III Setda NTT yang mewakili Gubernur NTT, Sejumlah Forkompimda Sikka, Ketua Yayasan Persekolahan St. Paulus Ende (YASPA), Para Pimpinan Biara dan Seminari Tinggi, Orang Tua/Wali para wisudawan dan sejumlah Civitas Akademika STFK Ledalero.

Dalam sambutannya, Ketua STFK Ledalero, Pater Bernard Raho, SVD, mengucapkan profisiat kepada para wisudawan dan limpah terima kasih kepada para dosen serta pihak Yayasan Santo Paulus Ende yang telah membantu dalam menunjang proses pendidikan di STFK Ledalero.

Pater Bernard juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang akan dihadapi oleh STFK Ledalero di masa revolusi industri tahap keempat kini.

“Era revolusi industri tahap keempat ini ditandai dengan transformasi aktivitas manusia yang berbasis online termasuk juga dalam bidang pendidikan. Hal ini mestinya harus ditanggapi oleh STFK Ledalero dalam kiprahnya ke depan,” tegas Pater Bernard.

Sementara itu Ketua Yayasan St. Paulus Ende, P. Alfons Mana, SVD dalam sambutannya juga menjelaskan tentang rencana STFK Ledalero ke depan. Beliau mengatakan bahwa STFK Ledalero akan menawarkan lebih banyak program studi dan tidak hanya terfokus pada program studi filsafat dan teologi saja. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mendamaikan cita-cita antara yang surgawi dan yang duniawi.

Mewakili para wisudawan, orasi ilmiah tahun ini dibawakan oleh wisudawan pascasarjana, Yohanes Patrisius Suhardi.

Dalam orasi ilmiahnya, Patris mencoba untuk menawarkan suatu gaya berpastoral dalam budaya patriarki berupa budaya tandingan yang mestinya juga melibatkan kaum awam perempuan dalam karya pastoral. Wujud nyata dari model berpastoral semacam ini adalah pengembangan model kepemimpinan dalam Gereja yang berfokus rangkap dengan pemberdayaan kaum awam terutama kaum awam perempuan.

Kaum awam perempuan dijadikan sebagai partner dalam karya pastoral sambil juga tetap mempertahankan sikap komunikatif di antara pastor paroki dan kaum awam.

Gubernur NTT dalam sambutan yang diwakili oleh asisten III Setda NTT sangat mengharapkan agar lulusan STFK Ledalero mampu menunjukkan kualitasnya yang tidak hanya diukur berdasarkan keterampilan tetapi juga ditunjukkan dalam hal kompetensi ilmu pengetahuan dan sikap hidup yang baik.

Hal ini juga kembali ditegaskan oleh Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia. Beliau juga mengharapkan agar lulusan STFK Ledalero tidak terjebak dalam mitos dan hal-hal yang absurd, tetapi harus membuktikan kualitas ilmunya dalam kehidupan nyata di masyarakat.

Dengan demikian, lulusan STFK Ledalero dapat menegakkan keadilan dan mampu menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang cerdas dan bertakwa kepada Tuhan.

Dalam wisuda kali ini, STFK Ledalero juga berhasil mengantar 13 orang mahasiswa pascasarjana dan 14 orang mahasiswa sarjananya lulus dengan predikat Cum Laude. Lulusan pascasarjana dengan predikat Cum Laude yakni, John Audin Ferdyanto Nabi (IPK 3,93), Kristoforus Suhardi (IPK 3,90), Ferdinandus Suhardin (IPK 3,83), Gabriel Akhir (IPK 3,83), Wendelinus Sowe Teluma’s (IPK 3,83), Yohanes Patrisius Suryadi (IPK 3,83), Moses Yohanes Lele (IPK 3,76), Adrianus Fani (IPK 3,76), Agustinus Yeremias Pitang (IPK 3,76), Theobaldus Jewarut (IPK 3,76), Victory Dharmawan Lianain (IPK 3,76), Vinsensius Balu (IPK 3,76) dan Yohanes Capistrano Satrini Lobi (IPK 3,76). (*/bp)

 

Foto: Suasana wisuda sarjana dan pasca sarjana STFK Ledalero, Sabtu, 28 April 2018 (ist)

Komentar ANDA?