STIKOM Bali Launching Gerakan 1000 Wirausaha Muda

0
348

DENPASAR. NTTsatu.com – Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (STMIK) STIKOM Bali, Sabtu, 23 Mei 2015 bertempat di Pecatu Hall Bali Nusa Dua Convention Center (BNCC), mewisuda 305 orang sarjana baru. Rinciannya, 292 orang sarjana dan 13 orang Diploma 3. Para wisudawan itu telah berhasil menempuh kuliah rata-rata 4 tahun untuk S1 dan tiga tahun untuk D3.

Humas STIKOM Bali Rahman Sabon Nama melalui rilisnya yang diterima malam ini menyebutkan, dari 292 sarjana itu terdiri dari program study (prodi) Sistem Informasi (SI) sebanyak 94 orang dan prodi Sistem Komputer (SK) sebanyak 198 orang. Diantaranya 14 orang sarjana memperoleh dua gelar (dual degree), yakni gelar sarjana komputer (S.Kom) dari STIKOM Bali dan Bachelor of Information Technology (BIT) dari Help University Kuala Lumpur, Malaysia. Sebelumnya, 14 mahasiswa kelas internasional dual degree itu sudah mengikuti wisuda di Help University Kuala Lumpur pada 26 April 2015. Dengan wisuda ke-15 hari ini, maka sejak berdiri pada 10 Agustus 2002, STIKOM Bali sudah menghasilkan lulusan sebanyak 3.152 orang. Terdiri S1 sebanyak 2.598 orang dan Diploma 3 sebanyak 554 orang.
Wisuda kali ini juga dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UMKM RI Drs. AAGN Puspayoga sekaligus untuk melaunching Gerakan 1.000 Wirausaha Muda STIKOM Bali. Menurut Dadang Hermawan, gerakan ini bertujuan untuk mendidik lulusan STIKOM Bali agar terjun menjadi pebisnis. “Kami ingin membalikan paradigma selama ini bahwa sarjana bukan mencari kerja melainkan menciptakan lapangan kerja,” kata Dadang Hermawan, Ketua STMIK STIKOM Bali.
Menurut Dadang Hermawan, Grakan 1.000 Wirausawan Muda ini tidaklah sulit karena STIKOM Bali telah memiliki Inkubator Bisnis, yakni lembaga yang bertugas mencetak lulusan STIKOM Bali menjadi pebisnis mudah yang tangguh, profesional dan berakhlak mulia. “Untuk wirasusaha muda perdana ini kami launching 30 orang. Target kami ke depan adalah 50 orang sarjana tiap wisuda atau 100 orang tiap tahun sehingga dalam waktu 10 tahun kami bisa merealisasikan 1000 wirausaha muda STIKOM Bali,” terangnya.
Sementara itu Pembina Yayasan Widya Dharama Shanti-yayasan yang menaungi STIKOM Bali-Prof. Dr. I Made Bandem, MA dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sudah mengajukan izin untuk membuka program magister ICT di STIKOM Bali namun karena terbentur aturan yang sangat ketat yakni harus memiliki enam orang dosen murni bergelar doktor, maka yayasan telah menginstruksikan Ketua STIKOM Bali guna mengirim tenaga dosen melanjutkan pendidikan doktor. “Saat ini 6 orang dosen STIKOM Bali sedang mengikuti pendidikan doktor baik di dalam maupun di luar negeri,” kata Made Bandem yang datang dari Amerika guna menghadiri wisuda kali ini.
Koordinator Kopertis Wilayah XVIII Bali – Nusa Tenggara, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si juga memberi apresiasi yang tinggi kepada STIKOM Bali. Kata Dasi Astawa, dari 153 PTS di wilayah Bali – Nusa Tenggara, STIKOM Bali adalah salah satu dari 7 PTS terbaik. “Terbaru, saya dengar kabar dari BAN-PT bahwa semua prodi di STIKOM Bali sudah terakreditasi B. Ini artinya STIKOM Bali tidak perlu pasang spanduk banyak-banyak lagi, para orang tua dengan sendirinya akan datang mendaftarkan anaknya kuliah di STIKOM Bali,” kata Dasi Astawa bersemangat.
Dasi Astawa juga mengapresiasi lulusan STIKOM Bali yang telah menguasai teknologi informasi dan komunikasi, malah ada yang sudah jadi pengusaha. “Ini baru bener, jangan lulus lalu sibuk cari kerja. Pemerintah selalu mendorong agar lulusan perguruan tinggi menjadi pengusaha, bukan sibuk mencari kerja setelah lulus. Saya salut dengan terobosan STIKOM Bali ini. Apalagi menghadapi era MEA nanti, menurut saya STIKOM Bali sudah sangat siap,” kata Dasi Astawa. (rsn)

Komentar ANDA?