STIKOM Bali Raih Posisi 2 Nasional Bidang Riset

0
188
Foto: Kabag Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M) STIKOM Bali Candra Ahmadi, ST., MT

DENPASAR. NTTsatu.com – Setelah sebelumnya memenangkan berbagai hibah penelitian dan menjadi perguruan tinggi IT ranking tiga nasional, kini Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) RI menempatkan STIKOM Bali sebagai ranking kedua di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat kategori sekolah tinggi IT.

Kepala Bagian Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M) STIKOM Bali Candra Ahmadi, ST., MT., menjelaskan, posisi kedua yang diraih STIKOM Bali diperoleh setelah Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Ristek dan Dikti RI melakukan penilaian kinerja penelitian perguruan tinggi selama tahun 2013 – 2015.  Hal itu tertuang dalam surat Ocky Karna Radjasa, Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat, No. 2331/DRPM/TU/2016 tertanggal 18 Agustus 2016 yang ditujukan kepada pimpinan perguruan tinggi seluruh Indonesia.

Menurut Candra Ahmadi, ada empat cluster dari hasil penilaian kinerja penelitian perguruan tersebut. pertama adalah mandiri, utama, madya, dan binaan.

Berdasarkan surat tersebut,  untuk kategori sekolah tinggi IT jika diurut maka10 besar peringkat nasional  adalah  1. STMIK AMIKOM Jogjakarta cluster utama, 2. STMIK STIKOM Bali cluster madya,  3. STMIK AMIK Riau cluster madya, 4. STIMIK Mikroskil (madya), 5. STIKI Malang (madya), 6. STMIK Indonesia Padang (binaan), 7. STMIK Akakom (binaan), 8. STMIK Nusa Mandiri Jakarta (binaan), 9. STMIK Banjarbaru (binaan), dan 10. STMIK AKBA (binaan).

“Intinya dengan cluster madya tersebut, kami bisa mengelola dana penelitian sendiri,”,” kata Candra Ahmadi di Denpasar, Jumat (19/08/2016) .

Candra Ahmadi menyebut, selama ini untuk penelitian dan pengabdian masyarakat di STIKOM Bali yang didanai dengan anggaran dari Kementerian Ristek Dikti rata-rata di atas  Rp 2 miliar per tahun. Sedangkan yang dibiayai oleh internal STIKOM Bali di atas Rp 1,5 miliar per tahun.

Menurut Candra Ahmadi, dengan predikat sebagai cluster madya ini akan memacu dia dan timnya untuk bekerja lebih keras dan kerja cerdas agar dalam waktu 3 tahun mendatang STIKOM Bali sudah masuk cluster utama dan 5 tahun  lagi masuk cluster mandiri.

“Kalau melihat kualitas dan semangat dosen-dosen STIKOM Bali yang luar biasa, saya yakin 3 tahun mendatang kami sudah masuk cluster utama dan 5 tahun lagi bisa mencapai cluster mandiri. Ini juga seiring dengan perubahan status STIKOM Bali dari sekolah tinggi menjadi institut. (rsn

 

Komentar ANDA?