STM Katolik Nenuk Gelar Buka Puasa Bersama

0
794

NTTSATU.COM — ATAMBUA — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Katolik Santo Yosef Nenuk di Atambua menggelar acara buka puasa bersama dengan dua orang peserta didiknya yang beragama Muslim.

Dua orang siswa itu yakni Ady Firmansya kelas X dari jurusan KGSP dan Melkianus Bere kelas X dari jurusan TMPO.

Kegiatan buka puasa bersama ini berlangsung di aula SMK Katolik St.Yosef Nenuk, Jumat (29/04/22) pukul 17.45 Wita, petang.

Dalam sambutannya, Kepsek SMK Katolik St.Yosef Nenuk, Pater Petrus Dile Bataona, SVD mengatakan kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud toleransi sekolah kepada peserta didik yang beragama Muslim.

Sore hari ini adalah Jumat terakhir dalam masa puasa untuk saudara-saudara kita yang menjalankan ibadah puasa. Tinggal menghitung beberapa hari lagi untuk memasuki hari besar hari akbar Idul Fitri.

Atas dasar inilah, sekolah mengambil inisiatif sehingga sore hari ini berbuka puasa bersama kedua teman, anak dan adik kita Ady Firmansya dan Melkianus Bere.

Sekaligus hal ini merupakan suatu momen untuk tunjukan toleransi, kepedulian dan keberpihakan kita dan merasa hormat kepada kedua teman, anak dan adik kita yang beragama Muslim yang bergabung di lembaga pendidikan SMK Katolik St.Yosef Nenuk ini.

“Ady dan Melki, di sini semua teman-temanmu beragama Katolik dan Kristen. Semua berpartisipasi mau ikut merasakan sukacita dan kegembiraaan untuk beribadah bersama meskipun tidak semua dan tidak sepanjang waktu puasa ini, tapi hikmah yang mau kita bangun, kesan yang kita rasakan adalah kita mau mengukir suatu toleransi yang mempunyai makna persaudaraan, kekerabatan dan kekeluargaan,” ungkap Pater Piet Bataona.

“Keyakinan kita memang beda tetapi kita dipersatukan dibawah naungan lembaga pendidikan ini. Itu artinya bahwa semenjak menginjakan kaki di tempat ini kita tidak pandang lagi perbedaan-perbedaan ini,” tambah dia.

Kita tidak melihat lagi keunikan-keunikan itu sebagai hal yang memisahkan atau memecah belah kita. Keyakinan dari kita masing-masing baik itu agama Katolik, Kristen maupun Muslim merupakan suatu kekayaan pada lembaga pendidikan ini.

“Dari latar belakang yang berbeda-beda ini kita simpulkan menjadi satu di lembaga pendidikan ini dibawah semangat persaudaraan dan kekeluargaan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pembina Asrama, Pater Joanes Lewar, SVD Mengatakan seperti tahun-tahun sebelumnya pihak asrama telah menyiapkan tempat bagi mereka untuk beribadah.

Untuk dua siswa, selama ini mereka berdua berada bersama-sama dengan kita dan mereka selalu diberi kesempatan untuk melakukan ibadah sholat di rumah selama masa puasa ini.

“Secara khusus pada hari puasa mereka, setiap hari kita berikan kesempatan kepada mereka untuk beribadah. Sore pulang ke rumah, dan pagi mereka datang mengikuti kegiatan sekolah seperti biasanya,” ucapnya.

Selama ini, tambah Pater Jhon, Kesannya mereka berdua diperlakukan dengan baik.

Jika mereka bertahan bersekolah di sini maka akan kita siapkan tempat khusus bagi mereka untuk melakukan ibadah.

Sementara itu Wakasek Kesiswaan, Stefanus Sintidu, mengapresiasi kegiatan buka puasa bersama ini.

Menurutnya, selama 20 tahun berkarya di lembaga pendidikan ini, acara buka puasa bersama adalah hal baru dan pertama baginya.

“29 April 2022 merupakan momentum bersejarah bagi saya sebagai Wakasek Kesiswaan, karena untuk acara buka puasa bersama baru terjadi,” ujar Stef.

Dikatakannya, STM Nenuk selalu dikenal sebagai sekolah Katolik tetapi sudah plural dari dulu artinya angkatan-angkatan sebelumnya beragama Muslim. Selama ini ada satu dua siswa ada yang beragama Muslim tapi untuk buka puasa bersama tidak ada salah satu faktor mungkin keterbukaan dari anak-anak dan orang tua bahwa ada puasa.

Untuk puasa kita berikan kesempatan bahkan bisa pulang rumah.Tahun ini mungkin rahmat juga dari Pater Kepsek yang berkomunikasi dengan anak-anak dari hati ke hati sehingga pada akhirnya sekolah berinisiatif dan mengadakan buka puasa bersama.

Dengan adanya kegiatan ini, mereka pasti pulang menceritakan kepada keluarga bahwa ternyata di STM kita bisa melaksanakan buka puasa bersama.

“Sebagai kesiswaan, saya mengakui sangat senang karena hal ini merupakan bentuk sosialisasi kepada khalayak umum yang belum mengetahui tentang STM Nenuk,” ungkap guru asal Uarau Malaka ini.

Sedangkan Ady Firmansya ketika dikonfirmasi media ini setelah buka puasa bersama mengakui sangat berterimakasih kepada keluarga besar SMK Katolik St.Yosef Nenuk yang telah mengadakan acara buka puasa bersama.

“Jujur, saya sangat berterimakasih kepada Pater Kepsek, Pater Rektor, Pater Pembina, Bruder, Suster dan bapak ibu guru yang telah menyiapkan acara buka puasa bersama ini,” ungkap Ady. (Agus Kefi)

Komentar ANDA?