Stoner dan Istri Jadi Korban Begal, Tas ASN Dirampok 

0
488

NTTsatu.com -MAUMERE – Kasus kriminalitas di jalan raya kembali terjadi lagi di Kabupaten Sikka. Pada Kamis (26/4) sekitar pukul 02.00 Wita, Stoner bersama istri menjadi korban begal. Lalu sekitar pukul 10.00 Wita di dekat Pasar Alok terjadi perampokan tas milik seorang perempuan aparatur sipil negara (ASN) pada BSUD TC Hillers Maumere. Hingga kini pelaku begal dan rampok belum diketahui. 

Wilibordus Kasian alias Stoner mengalami luka pada lengan kanan bagian atas. Sementara istrinya Henderika Wohe terdapat bekas sabetan parang di tangan kanan. Kedua korban dibawa lari ke UGD BLUD TC Hillers Maumere untuk mendapatkam perawatan.

Sejumlah media yang mendatangi UGD tidak bisa mendapatkan keterangan yang lebih luas mengenai luka-luka yang dialami pasangan suami istri tersebut.  Dokter Mei Indradewi yang bertugas di UGD tidak mau memberikan keterangan karena belum mendapatkan izin dari Direktur BLUD TC Hillers Maumere Clara Francis. Bahkan untuk mengambil foto korban saja perlu mendapatkan izin Direktur BLUD TC Hillers Maumere yang saat itu dikabarkan sedang tugas dinas di luar Kabupaten Sikka.

Stoner yang dihubungi di sela-sela perawatan, menceritakan dia bersama istri mengendarai sepeda motor dalam perjalanan pulang ke rumah di Dusun Ledagoba Desa Dobo Kecamatan Mego. Pasangan suami istri ini baru saja dari Maumere karena mengunjungi keluarga yang mengalami kecelakaan lalulintas.

Memasuki Desa Tilang, tiba-tiba ada 1 sepeda motor yang mengikuti dari belakang. Pengendara sepeda motor yang membuntuti Stoner dan istri, berteriak agar Stoner menghentikan kendaraan. Stoner terus melajukan kendaraan. Pelaku begal yang berboncengan, kemudian menyerempet ke bagian kanan.

Setelah merapat ke kendaraan Stoner, pelaku langsung mengayunkan parang ke arah istri Stoner, dan mengenai helm. Pelaku terus mengejar, lalu menyabet tangan kanan istri Stoner. Setelah itu pelaku menusuk parang ke arah korban, dan mengenai lengan kanan Stoner.

Stoner tidak mampu mengendalikan sepeda motor, hingga dia dan istri terjatuh ke bagian lereng jalan. Melihat korban terjatuh, pelaku langsung berbalik arah, dan melarikan diri.

“Saya tidak bisa lihat wajah pelaku. Mereka dua pakai helm. Untung saja setelah kami jatuh, pelaku langsung kabur. Kalau tidak mungkin saja kami bisa mati,” ungkap Stoner.

Sementara itu seorang ASN yang mengendarai kendaraan melewati ruas jalan lokasi penjualan bambu di samping Pasar Alok, mengalami kehilangan tas gantung. Ketika sedang melajukan kendaraan menuju Kantor BLUD TC Hillers Maumere, tiba-tiba perampok berkendaraan roda dua menghampirinya dan langsung merampok tas gantung. Untung saja ASN ini masih mampu mengendalikan kendaraan sehingga dia tidak terjatuh.

Sejumlah warga yang melihat peristiwa itu langsung mengejar pelaku dengan sepeda motor. Pelaku melarikan kendaraannya dengan kencang melewati ruas jalan Pemukiman Kimang Buleng. Sadar bahwa dia dikejar oleh warga, pelaku membuang tas gantung pada halaman rumah seorang warga.

Pemilik rumah yang kebetulan hendak keluar, menemukan sebuah tas gantung di halaman rumah. Di dalam tas tersebut terdapat beberapa dokumen penting dan 2 buah handphone. Pemilik rumah lalu menggunakan salah satu handphone dan menghubungi seseorang yang di dalam handphone tersebut ditulis nama Suami. Suami korban yang menerima sambungan telepon, akhirya mendatangi pemilik rumah untuk mengambil tas gantung yang sempat dirampok perampok. (vic)

 

Foto: Wilibordus Kasian alias Stoner, korban begal, sedang dirawat di BLUD TC Hillers Maumere, Kamis (26/4); 

Komentar ANDA?