Suasana Sumba Barat Aman Terkendali

0
197

KUPANG. NTTsatu – Suasana di wilayah Kabupaten Sumba Barat pasca perang tanding antarwarga dua desa di daerah itu sudah mulai aman dan terkendali. Meski demikian pihak keamanan setempat masih tetap melakukan pengamanan di daerah itu.
Kabid Humas Polda NTT, AKBP Agus Santosa yang dihubungi di Kupang, Senin, , 23 Maret 2015 petang mengakui, situasi di daerah itu sudah aman dan terkendali. Masyarakat sudah kembali beraktivitas seperti biasanya.
“Situasi sekarang aman. Kapolres Sumba Barat sudah memimpin langsung pengamanan di lapangan dan terus berkordinasi dengan unsure Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) untuk melaksanakan mediasi kepada dua belah pihak yang saling bersengketa untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Agus.
Agus juga mengatakan, pihak keamanan tentu masih melakukan pengamanan di beberapa titik yang dianggap berbahaya. Namun dia berkeyakinan peran seprta berbaga pihak terutama tokoh masyarakat dan tokoh agama yang dikerahkan akan sangat bisa menenteramkan suasana.
Diberitakan sebelumnya, perang tanding antara kelompok warga di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) berkecamuk pada Senin, 23 Maret 2015 sekitar pukul 08.15 Wita. Perang yang terjadi di padang hutan, Waekariam, Desa Sobarade, Kecamatan Kota, Sumba Barat mengakibatkan orang tewas.
“Satu orang dilaporkan tewas dalam perang tanding antarkedua kelompok masyarakat,” kata Kepala Bidang Humas Polda NTT, Ajun Komisaris Besar Agus Santosa yang dihubungi melalui telepon di Kupang, Senin.
Dia menjelaskan, kedua kelompok massa yang terlibat perang tanding itu, yakni kelompok massa Nikodemus terpidana kasus pengrusakan pagar dari Sumba Tengah dan kelompok massa Jowa Todo di Sumba Barat.
Sato korban yang tewas dari kelompok Jowa Todo yakni Reda Yagi alias Ama Dona akibat luka bacok pada wajah bagian kiri dan leher dan dua orang luka akibat terkena lemparan batu. Sedangkan dari kelompok Nikodemus, satu orang menderita luka tombak pada bagian kaki, dan dua orang terkena lemparan baru ali-ali.
“Korban tewas sudah dibawa ke rumah duka, sedangkan luka-luka masih dirawat di rumah sakit setempat,” katanya.
Untuk diketahui, Nikodemus adalah pegawai honorer Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP). Pergerakan massa kelompok Nikodemus disinyalir digerakan oleh pemerintah Sumba Tengah, buntut dari putusan pengadilan terkait sengketa lahan pada 20 Maret 2015.
Saat itu, kelompok Nikodemus melakukan pengrusakan kendaraan bermotor kelompok Jowa Toda. Akibat dendam tersebut, saat kedua kelompok bertemu di padang terlibat perang tanding.
Mendapat laporan itu, aparat kepolisian resor Sumba Barat langsung menerjunkan 230 personil ke lokasi kejadian. “Situasinya sudah aman dan mulai kondusif. Namun polisi masih berjaga di sana,” katanya. (bop)

Komentar ANDA?