Sumba Harus Segera Keluar dari Kemiskinan

0
600
NTTsatu.com — SUMBA TENGAH —  Empat Kabupaten di Pulau Sumba merupakan Kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Nusa Tenggara Timur. Itu pasalnya, Pemerintah baik Pusat maupun Provinsi terus berupaya mengeluarkan keempat Kabupaten itu dari jerat kemiskinan.
Salah satunya adalah dengan program Food Estate atau lumbung pangan Nasional yang kini dilakukan di Kabupaten Sumba Tengah. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengaku optimistis, sudah saatnya masyarakat Pulau Sumba bisa sejahtera.

“Segala bentuk gerakan yang dilakukan oleh pemerintah pusat selama ini untuk membantu masyarakat NTT baik itu melalui permintaan Gubernur maupun Bupati, murni untuk membantu Sumba lepas dari masalah yang dihadapinya selama ini,” sebut Gubernur Laiskodat sesaat setelah tiba di Bandara Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Senin (22/2/2021).

Kehadiran Gubernur Laiskodat yang didampingi Kadis Pertanian Provinsi NTT, Lucky Koli dan Kadis Perhubungan Provinsi NTT Isyak Nuka itu untuk mendampingi Presiden RI Joko Widodo dalam agenda kegiatan kunjungan kerja meninjau pelaksanaan program Food Estate atau lumbung pangan Nasional yang dikerjakan oleh petani Sumba Tengah yang dipimpin langsung Bupati Paulus S. K Limu yang dijadwalkan, besok Selasa 23/2/2021 di Desa Makatakeri, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah.

Gubernur Laiskodat menyebutkan, jumlah penduduk miskin di empat Kabupaten di Pulau Sumba merupakan yang paling banyak dan menempati lima besar seluruh NTT. “Ini sesuai data, dimana di urutan satu itu ada Sumba Tengah, diikuti Sabu Raijua. Nomor 3 Sumba Timur, nomor  Sumba Barat dan nomor 5 Sumba Barat Daya, itu data kemiskinan. Kalau ini tidak digerakkan dengan segala kekuatan maka tidak mungkin NTT bangkit,” katanya.

Disebutkan Gubernur Laiskodat, untuk mewujudkan tujuan dibutuhkan keras dan dengan perlahan merubah mindset dan budaya masyarakat untuk bersama-sama keluar dari persoalan yang dihadapi dan bukannya terus mengeluhkan soal ketiadaan infrastruktur penunjang seperti air dan irigasi.

“Ini bukan soal ada tidaknya air. Air itu bisa kita buat dengan sumur bor dan semacamnya. Kalau permintaan irigasi ke Pak Presiden itu sudah pasti. Itu nantilah. Tanpa ditanya teman-teman wartawanpun itu akan jadi perhatian saya dan para Bupati untuk teruskan ke Pak Presiden,” tegas Gubernur.  (SI/ gan)

Komentar ANDA?