Sumba Tengah merupakan Wujud Perubahan Peradaban Pertanian di NTT

0
385

NTTsatu.com — SUMBA TENGAH — Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan Tanam Jagung Hibrida Pioner 35 secara simbolis diatas lahan seluas 260 ha Di desa Dasaelu Dan melakukan panen padi secara simbolis untuk luasan lahan 3.000 ha di desa Wailawa, Kecamatan Katikutana Selatan.

Gubernur Laiskodat juga mengungkapkan, sebuah perdebatan besar dan protes ketika menetapkan Sumba tengah sebagai lokasi Food Estate.

“Panen hari ini menunjukan adanya wujud nyata perubahan peradaban pertanian yang terintegrasi di NTT yg dimulai dari Sumba tengah dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, Paul S.K Limu dan Daniel Landa yang mampu membawa rakyatnya mencapai masa depan yang sejahtera, karena mereka berdua pintar, peduli dan berani mengambil resiko demi kesejahteraan rakyatnya,” ungkap Gubernur Viktor

Gubernur Viktor juga menargetkan tahun depan adanya peningkatan pengelolaan luasan lahan tanam untuk Program TJPS dan Food Estate.

“Tahun depan, di Pulau Sumba, kita kembangkan lagi luasan lahan tanaman pertanian yang terintegrasi untuk Padi, Jagung dan komoditi lainya. di Sumba Tengah, kalau tahun ini 5000 ha, tahun depan menjadi 10.000 ha, disumba Timur seluas 10.000 ha, di Sumba Barat seluas 3.000 ha dan Sumba Barat Daya seluas 5.000 ha di wilayah Sumba, palaksanaannya kita didukung oleh TNI dan POLRI,” ujar Gubernur.

Gubernur juga mengajak masyarakat NTT untuk selalu bersyukur karena memiliki Presiden RI, Joko Widodo.

“Momentum hari ini merupakan sebuah keajaiban, Karena kita di berikan oleh Tuhan seorang Presiden, Joko Widodo yang luar biasa, untuk itu, kita patut mendoakan beliau agar senantiasa sehat dan bijaksana dalam memimpin negara ini, pada periode berikutnya.” Ungkap Gubernur VBL

Sementara itu, Bupati Sumba Tengah dalam sambutanya menyapaikan Komitmen, perhatian dan empati seorang Gubernur menentukan keberhasilan setiap program yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten.

“Bapak Gubernur kalau datang ke Sumba Tengah harus tersenyum karena saat ini tentunya bapak sedang bersedih terkait kondisi bencana yang melanda sebagian besar wilayah NTT, tetapi saat ini kami coba menghibur bapa dengan melakukan Tanam Jagung secara simbolis diatas lahan 260 ha dan panen padi secara simbolis 3.000 ha, setelah itu kita duduk sedikit di Bukit Joko Widodo agar bapak terhibur kembali.” Ungkap Bupati Paul.

Saat yang sama pula, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky F. Koli menyampaikan dampak positif terhadap pola tanam serentak dan pencapaian target indeks pertanaman.

“Dengan adanya pendekatan food estate, sistem ijon tidak berlaku, ketersediaan pangan lebih cepat waktunya dua bulan lebih cepat karena adanya modernisasi alsintan dari hulu hingga hilir, sehingga kami sampaikan juga kepada bapak Gubernur, Kita sedang mengejar indeks Pertanaman 300, satu tahun 3 kali tanam, padi-jagung-kacang atau padi jagung-jagung. (sipers)

Komentar ANDA?